Benarkah Andong dan Becak Penyebab Kemacetan Kota Jogja?


Hari ini Kamis 14 November 2013 aku membaca sebuah postingan di FB Jogja Last Friday Ride yang mengupload sebuah foto dari Koran setempat “Kedaulatan Rakyat”. Disana tertulis jelas jelas judulnya “ JAGA ARUS LALU LITAS KOTA JOGJA: JUMLAH ANDONG DIBATASI, BECAK DISTOP.


1384404235382979039Sumber: FP JLFR


Sebuah informasi yang menuliskan terlalu banyak andong dan becak yang tersedia di Jogja, padahal jika jumlahnya dikurangi saja becak maupun andong masih bisa melayani seluruh warga Jogja dan wisatawannya. Dan kesimpulannya adalah karena terlalu banyak andong serta becak, maka imbasnya adalah lalu lintas tidak lancer karena tersendat oleh dua transportasi tradisional tersebut.


Kalau kita baca benar-benar, apakah selama ini murni kesalahan dua transportasi tersebut? Kalau dikurangi apakah tidak menimbulkan masalah lain? Justru mereka akan kehilangan penghasilannya selama ini. Saya merasa tidak adil rasanya kalau untuk membuat lancar lalu lintas harus mengorbankan becak dan andong.


Kalau setelah becak dan andong dibatasi apa masalah ini selesai? Tidak akan selesai kemacetan yanga da di Jogja ini. Karena faktor lain yang membuat Jogja ini mengalami kemacetan adalah kendaraan bermesin pribadi yang juga sangat banyak. Populasi motor sudah terlalu banyak, selain itu mobil juga tidak kalah banyaknya, ditambah lagi mobil-mobil murah sekarang. Itu juga salahs atu faktor penyebabnya kemacetan.


Dilain mereka juga kurang optimalnya fasilitas transportasi umum, serta jalan yang tidak terlalu lebar dipusat kota merupakan faktor yang perlu diperhitungkan. Saya pribadi malahs etuju yang dikurangi adalah kendaraan bermesin, entah bagaimana caranya. Kalau sama-sama dikorbankan aku rasa efeknya lebih terasa kalau kendaraan bermesin yang berkurang.


Setidaknya polusi udara sedikit berkurang, dan penggunaan BBM juga bisa sedikit dikurangi. Memang sulit untuk mengorbankan diantara mereka, tapi kalau kita lihat dari berbagai faktor saya rasa terlalu disayangkan kalau becak dan andong dikurangi sedangkan motor dan mobil tidak dikurangi.


Lihatlah jalan-jalan seperti jalan Solo, Jalan Kusumanegara, Jalan Magelang, atau jalan lainnya. Yang membuat kemacetan itu bukan Andong dan becak tapi terlampau banyaknya kendaran bermesin.



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/11/14/benarkah-andong-dan-becak-penyebab-kemacetan-kota-jogja-607804.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger