“Enak Saja Jokowi Mau Jadi Presiden”
Judul di atas saya ambil dari Kompas.com yang ditulis oleh Estu Suryowati, Hari Minggu, 10 November 2013.
Dalam berita tersebut disebutkan bahwa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku sedang menguji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait upah minimum provinsi 2014 sebesar Rp 3,7 juta per bulan.
Baginya, sebagai calon presiden terkuat versi survei, Jokowi harus siap diuji. “Kami menguji Jokowi karena dia sebagai calon presiden terkuat menurut survei. Enak saja mau jadi presiden, tetapi tidak diuji. Jangan ngurusi topeng monyet aja,” ujar Iqbal kepada Kompas.com.
Setelah membaca pernyataannya tersebut, muncul pertanyaan di benak saya adalah,
1.Apakah Said Iqbal sebagai Presiden KSPI merasa perlu “menguji” setiap calon presiden yang akan bertarung di tahun 2014?
2.Apakah maksudnya “menguji calon presiden” dengan melakukan aksi demo di jalan mendesak Gubernur DKI untuk memenuhi tuntutan mereka?
3.Jika tuntutan mereka dikabulkan oleh Jokowi dengan menaikkan UMR sesuai kemauan para pendemo sebesar Rp 3,7 juta, apakah Said Iqbal akan melakukan konferensi pers untuk menyatakan “Jokowi layak menjadi presiden RI 2014, karena sudah “TERUJI” oleh saya.”
Mungkin akan banyak pertanyaan lainnya, tapi sudahlah, takutnya akan membuat kepala saya bertambah puyeng nantinya. 3 pertanyaan di atas saja belum tentu ada yang menjawab. Hehe…. :-)
Said Iqbal mungkin lupa atau pura-pura lupa atau tidak mengikuti pemberitaan di media selama ini karena asyik turun ke jalan, bahwa sampai tulisan ini dibuat, Jokowi itu bukanlah calon presiden 2014. Karena PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung, belum pernah menyatakan secara resmi bahwa Jokowi adalah calon presiden yang usung untuk RI 2014. Walaupun nama Jokowi sering muncul sebagai kandidat terkuat di berbagai survei.
Nah, kalau mau niatnya menguji capres, mengapa tidak sekalian “menguji” capres-capres yang sudah terang-terangan mengiklankan diri untuk maju di tahun 2014.
Ia bahkan menyebut Jokowi seharusnya bisa mencontoh Gubernur DKI sebelumnya, Fauzi Bowo (Foke), yang mau merevisi keputusannya soal upah minimum, meski sudah di tengah perjalanan.
Di sisi lain, Iqbal menyatakan bakal terus menggelar aksi sampai bisa berkompromi dengan Jokowi. Menurutnya, aksi mogok dibenarkan secara perundang-undangan dan menjadi hak buruh.
Saya setuju bahwa aksi mogok merupakan hak buruh dan diatur dalam Undang-Undang, namun ada baiknya jika dalam menggunakan “hak” kita tidak sampai mengganggu atau mengabaikan “hak” orang lain.
Oh ya, dalam banyak hal, saya cukup salut dan memuji Said Iqbal dalam masalah ketenagakerjaan dan perburuhan. Perjuangannya untuk nasib buruh banyak diapresiasi di dalam dan luar negeri. Namun jika benar ada seletingan berita yang menyataka beliau sebagai Presiden KSPI mulai menyentuh dunia politik, akan sangat disayangkan. Seandainya pun memang sudah kebelet berpolitik, akan lebih baik medirikan sebuah partai yang benar-benar berbasis buruh.
Berita selengkapnya dapat dibaca di http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/10/1653080/Said.Iqbal.Enak.Saja.Jokowi.Mau.Jadi.Presiden?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp
Ternyata Said Iqbal adalah pendukung kandidat lain seperti yang ditulis saudara Abdul Muis Syam di http://regional.kompasiana.com/2013/10/02/buruh-sepakat-dukung-rizal-ramli-presiden-2014-596848.html
Salam Tabik Erat