Allah pemilik waktu. Allah pemilik hati. Allah pemilik sedih dan senang. Allah berkuasa mutlak atas semua makhluknya.
Allah membuat peradaban silih berganti. Satu demi satu menguasai dunia dan menyingkirkan yang lain. Pemegang peradaban silih berganti sesuai sunnatullah.
Saat ini islam dan umatnya sedang terpuruk. Baik dalam arti fisik maupun dalam keyakinan. Sistem bukan islam sedang diterapkan di muka bumi. Ekonomi ribawi yang diusung dengan bunga, penggunaan alat tukar yang tidak memiliki nilai intrinsik, sistem, kalender, semuanya tidak islami. Sedang islam hanyalah sebagai ritual saja. Pengadilan islam hanya mengurus kawin dan cerai saja, tidak mengurus sistem hukum islam yang sudah ditetapkan Allah.
Internet, sosial media, gadget semuanya produk barat. Yang dengan bangga kita pakai. Ribuan data dengan bangga kita share ke cloud, walau kita tidak tahu untuk apa semuanya itu. Korupsi merajalela. Kontes aurot ada di mana mana tanpa bisa dicegah oleh umat yang mayoritas. Orang dengan mudah menghilangkan nyawa orang lain. Perzinaan asal suka sama suka, bebas. Bahkan perkosaan pun hanya dihukum sak prit. Sungguh terlalu!Seruan kembali ke ajaran Allah dianggap sebagai fundamentalis yang berpikiran sempit dan puritan. Benar benar kondisi yang sangat mengerikan.
Dalam kondisi seperti inilah banyak diantara kita yang pesimis. Seolah sudah tidak ada kans lagi untuk bangkit. Untuk kembali jaya. Doa doa kita seolah muspro. Usaha kita seolah nggak ada gunanya. Satu pesan bagi kita : Jangan Pesimis!
Lihatlah sejarah. Semua perubahan tidak terjadi dengan seketika. Mungkin hanya dalwah nabi saja yang hanya dalam waktu 23 tahun berhasil merubah dunia. Tapi selebihnya itu memerlukan waktu bertahun tahun.
Ingatlah ketika umat islam membebaskan Jerussalem, memerlukan waktu sekian lama sampai munculnya Shalahuddin Al Ayubi. Lihat juga lah bagaimana Spanyol yang berabad menjadi pusat pemerintahan islam, hilang “muspro” ketika umat islam makin lemah, dan semangat bangsa Eropa untuk membebaskan diri dari islam semakin kuat. Lihat juga perjuangan pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pati Unus atau Sultan Agung yang berusaha mengusir penjajah dan semuanya gagal total. Dengan hasil : kekuasaan hilang, dibuang, diasingkan dan pengorbanan seluruh rakyat. Yang ternyata kemerdekaan itu diperoleh setelah sekian abad sesudahnya. Kenapa mereka kok tidak enak enak saja menikmati zona nyaman bersama para penjajah? Kenapa harus mengorbankan jiwa raga mereka dan akhirnya kalah? Karena jiwa dan hati mereka adalah jiwa dan hati yang merdeka. Yang hanya mengakui kekuasaan Allah daripada penguasa Eropa yang menjajah saat itu.
Lihat juga semangat orang Kediri yang memberontak terhadap Raja Kertanegara, seorang adikuasa yang berani memotong telinga utusan Tartar, hanya karena orang Kediri pernah dikalahkan oleh Ken Arok jauh puluhan tahun sebelumnya. Bagaiman semangat itu tetap ada.
Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Adakah yang bisa membayangkan Uni Soviet akan runtuh. Negara raksasa saingan AS yang seolah olah tidak bakalan runtuh. Dan masih banyak lagi kejadian kejadian di muka bumi ini.
Kita adalah makhluk lemah yang berumur pendek. Walaupun sebetulnya manusialah aktor semua ini. Umur kita paling hanya 60-70 tahun. Bisa jadi sepanjang hayat kita adalah menjadi saksi keterpurukan ini. Tapi kita tetap harus menjaga hati. Jangan sampai hati kita ikutan terpuruk. Kita menjaga semangat dan optimis ini tetap ada. Bahwa penyelesai segala masalah ini hanyalah kembali kepada Allah. Sebagaimana Allah turunkan nabi-nabi dengan satu tugas yang sama : Laila ha ilallah!
Semangat ini harus kita tularkan kepada penerus kita. Sehingga pada saat kita kelak meninggal dalam keadaan dunia dikuasai orang tak beriman, hati kita tetaplah beriman. Anak kita tetaplah beriman. Keturunan kita tetaplah membawa semangat iman dan islam dalam hati hati mereka.
Janganlah sampai kita terlena dan mengakui kehebatan mereka. Bahkan mengikuti gaya liberal dalam beragama. Sesungguhnya orang yang berislam dengan membawa gaya hidup orang kafir, mereka adalah orang yang inferior dan pesimis. Merasa cara Allah dan rasulNya kalah dengan cara cara selainNya.
Tetap ajarkan kepada anak dan turunan kita. Akan kehebatan ajaran islam. Para sahabat yang mengikuti ajaran nabi. Semoga di masa mendatang mereka menjadi orang yang dipilih Allah dalam membawa masa keemasan islam.
Dialah Allah. Pemilik Ruang dan waktu. Pembolak balik hati. Pemilik kejayaan.