Kejahatan Israel dalam film Tears of Gaza


Seorang anak perempuan menceritakan peristiwa penyerangan Gaza oleh Israel 9 Januari 2009 :



PERTAMA kami sedang berbincang-bincang.


Kemudian seseorang mengetuh pintu.


Ayah saya pergi ke pintu untuk melihat siapa yang mengetuknya.


Kemudian kami mendengar suara letusan keras.


Kami pergi ke pintu dan tidak dapat menemukan ayah saya. Banyak asap yang masuk kedalam rumah dan kami tidak bisa melihat ayah.


Saat asap mulai bersih kami melihat tubuh ayah saya tergeletak di dekat pintu.


Ayah meninggal, ada darah keluar dari kepalanya.


Kami berteriak dan menangis. Kami mulai mengguncang tubuh ayah, namun ia tidak bangun.


Saudara laki-laki saya tinggal disebelah ayah dan saya pergi ke jalan untuk mencari pertolongan.


Tiba-tiba saya mendengar suara letusan dan saya jatuh keatas tanah.


Saya berusaha bangun tetap kaki saya tidak mau diluruskan.


Ketika saudara laki-laki dan perempuan saya melihat saya, mereka berteriak.


Mereka pergi untuk mencari ambulan, namun mereka tidak pernah kembali.


Saya tetap tinggal disebelah ayah saya, berusaha membangunkannya selama 15 menit.


Kemudian kehilangan harapan dan pergi ke belakang rumah.


Saya pergi ke balkon, ada banyak pecahan kaca di lantai karena serangan roket.


Saya kehilangan kesadaran dan bangun beberapa saat kemudian.


Karena saya berdarah, saya tidak bisa menolak untuk tidak pingsan.


Ketika saya bangun keesokan paginya, saya tidak menyadari kaki saya yang terluka.


Pertama kali saya lihat balkon penuh dengan darah.


Kemudian saya melihat jaringan dan tulang saya terkena ledakan.


Saya berdiri menggunakan kaki saya yang tidak terluka, lalu mengambil minum.


Lalu israel kembali mengebom kearah tempat saya berada.


Mereka tidak mengenai saya, mungkin karena saya bergerak.


Mereka juga menembakkan roket kearah ayah saya. Tubuhnya pecah menjadi kepingan.


Itu saat saya terakhir melihat ayah saya.


Saya berhenti bergerak kemudian jatuh koma.


Saya mulai berhalusinasi, ayah saya mengatakan : “Tunggu saya datang padamu.”


Tapi ketika saya bangun, saya tetap menangis.


Setiap kali saya bangun, saya selalu bertanya pada diri saya sendiri “mengapa saya bangun?”


Saya ingat saudara laki-laki saya, mereka pergi untuk mencari ambulan untuk saya dan ayah saya. Israel melihat mereka berlari lalu menembak mereka.



Saya harap, saya dapat pergi bersama mereka.



http://www.putlocker.com/file/371D697A3FE8037E#



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/11/11/kejahatan-israel-dalam-film-tears-of-gaza-608551.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger