Pengalaman ini terjadi kira-kira 4 tahun yang lalu ketika aku masih bekerja di Bekasi, waktu itu hari sudah menjelang malam kira-kira pukul 8 malam, perutku terasa lapar aku pun turun ke bawah, ruang kerjaku ada di lantai dua saat itu aku masih dikantor karena masih ada beberapa pekerjaan. Setelah sampai lantai bawah ternyata sudah tidak ada satu karyawan pun.
Aku cari satpam, untuk bilang ruang atas jangan ditutup dulu, aku mau cari makan dulu. Lalu aku bergegas, karena kantorku di deretan ruko-ruko jadi tidak terlalu sulit untuk cari makan tinggal pilih, apalagi kalau malam banyak pilihannya. Aku putuskan untuk makan nasi padang, baru masuk ke warung padang, ada telp dari bosku, dia sudah menunggu di kantor, ku urungkan niatku untuk makan ditempat, ah makan dikantor aja pikirku.
Belum sempat masuk ke warung ternyata di sebelahku ada dua orang anak kecil yang ternyata dari tadi menunggu aku pas lagi telp, dilihat dari wajah dan pakaianya aku sudah bisa menebak ini pasti pengemis, dua anak itu sambil tanganya menengadah bilang, “ om minta uang om, dari tadi pagi belum makan, buat beli makan om” melihat dua anak ini, kalau aku taksir kira-kira umurnya baru 7 tahun yang besar dan yang kecil sekitar 4 atau 5 tahun, aku merasa kasihan melihat mereka, aku bilang ke mereka, “ tunggu disini bentar ya dik “ pintaku ke mereka.
Aku masuk ke warung, kebetulan juga tidak antre mungkin karena jam makan malam telah lewat, akupun pesan dua bungkus nasi dengan ayam dan satu bungkus nasi dengan cincang kesukaanku, pikirku daripada aku kasih duit toh mereka katanya lapar dari pagi belum makan. Aku ambil dompet, setelah kulihat isi dompetku yaah…tinggal 2 lembar uang seratus ribuan padahal hari itu masih tanggal 20, gajian masih 5 hari lagi, ah pikirku pasti cukup toh sekarang aku cuma pengen menolong orang. Aku bayar dan segera keluar untuk menghampiri anak tadi, segera ku kasih bungkusan nasi padang, “ini cepat dimakan ya dik” kataku, tanpa sempat mengucapkan terima kasih lalu dua anak tersebut bergegas pergi, ternyata di ujung ruko sudah ada yang nunggu, ya emaknya.
Aku merasa ada yang aneh, tenyata anaknya disuruh ngemis sedangkan emaknya malah mengawasi dari jauh.
Aku berjalan lebih cepat ke arah anak tadi untuk tau lebih jauh, selain itu aku juga ingin membeli pisau cukur di Alfamart persis di samping emak si anak tadi menunggu anaknya.
Sebelum masuk ke toko aku dengar kata-kata yang cukup kasar yang seharusnya ngga pantas diucapkan oleh seorang ibu ke anaknya. Karena penasaran aku menoleh ke sumber suara, sudah ku tebak ternyata si emak dari pengemis kecil itu sedang marahin anaknya, “Goblok…. Tolol… kita ngga butuh nasi ini, lo tu gw suruh cari uang bukan nasi bungkus ini” sambil menempeleng anak si anak yang gede dan membuang nasi yang tadi aku kasih. Melihat kejadian itu sontak emosiku naik lalu aku datangi si emak tadi dan aku maki-maki sejadinya. Melihat aku marah mereka langsung nyelonong meninggalkan aku yang masih emosi.
Sampai dikantor sambil makan, aku merenung, apakah perbuatanku tadi salah.
Aku cuma pengen memberi tidak lebih.
Mengapa masih ada orang-orang yang tega mengoploitasi anak-anaknya sendiri, orang tua macam apa ?