Pesta demokrasi adalah perhelatan anak bangsa dalam mewujudkan demokrasi, seluruh rakyat terlibat dalam pengambilan keputusan politik untuk memilih maupun dipilih, jika dalam pengambilan keputusan politik itu keliru atau tidak tepat dapat mengakibatkan akan menghasilkan produk politik yang tidak efektif dan optimal sesuai dengan harapan bersama.Dalam rangka mencapai produktifitas keputusan politik yang berasaskan manfaat guna untuk kepentingan bersama kondisi hari ini masih mengedapankan berpolitik Pragmatisme.
Sikap pemilih dan calon yang dipilih berupaya mengambil jalan yang praktis dalam berbebagai hal untuk mencapai tujuan personal dan keputusan bersama dalam rangka mencapai hasil demokrasi dapat menjadi minus oleh pelaku tersebut Pertamarentan di ciderai oleh perilaku pemilih yang cendrung pragmatis itu dan kurang memperhitungkan Integritas, Kapabelitas dan Moral dari yang dipilih. Apalagi, di daerah (sumbar) yang kental dan kuat rasa kekeluargaan dan kekerabatan dan sangat tajam ego kesukuan dan ini menjadi pertaruhan harga diri, suku dalam menyukseskan anak cucu kemenakan (caleg) dalam mengantar mencapai tujuan politik .perilaku mesin mesin poitik ini kadang kala mengabaikan asas kepatutan dan kelayakan. Kedua perilaku calon itu sendiri yang sering menghalalkan segala cara utuk bisa menang dalam kontestan pemilu, berbagai hal dilakukan termasuk Black Campaign dan Money Politic serta mengabaikan etika dan kesantunan dalam berpolitik.
Kolabarasi perilaku pemilih dan yang dipilih yang cendrung pragmatis tersebut dapat mengikis dari tujuan Demokrasi yang sejatinya, wujud demokrasi perwakilan akhirnya bisa kabur karena psycology Dewan perwakilan dan constituen tidak begitu terjalin secara erat, hubungan emosional yg tidak kental akibat dari bargaining sesaat dan kepentingan ketika itu. Sehingga wakil rakyat ini dapat menimbulkan Power tends to corrupct karena tidak begitu melekatnya Social control.
Seyogya nya bagi politisi yang ingin menjadi Dewan yang terhormat tujuan berpolitik adalah dapat merealisasikan ide dan gagasan dan bukan hanya sebagai prestise, merasa terhormat dan jangan dijadikan wadah untuk pengutaan ekonomi. Sehingga dengan Integritas dan kapabelitas serta mengedepankan ide dan gagasan dapat mengeleminir sikap pemilih yg cendrung pragmatis. Dan pemilih juga mesti menyadari keputusan yang tepat dalam bilik TPS dalam kurun waktu hanya lima menit dapat mewarnai tentang nasib daerah/nasional lima tahun yang akan datang serta dapat merubah tatanan kehidupan kita berbangsa dan bernegara.