Mengapa kemacetan Ibukota Jakarta dikait-kaitkan ke ranah politik? Ini yang sama sekali tak dapat dimengerti oleh Penulis, apa dikarenakan Pemilu 2014 dimana Partai-partai berusaha saling menunjukkan prestasinya dan menjatuhkan lawan politiknya? Karena dari permasalahan kemacetan tak ada satupun pihak yang diuntungkan, siapapun yang mengalami kemacetan ia dalam keadaan merugi. Kemacetan Ibukota ini butuh solusi, bukan debat saling menyalahkan, saling mencari pembenaran, merasa paling berjasa, merasa bukan urusannya, dan segala kepentingan didalamnya.
Kemacetan Ibukota ini butuh “sinergi “, tak bisa jalan sendiri masing-masing dimana seluruh elemen yang berinteraksi didalam Ibukota Jakarta punya tanggungjawab untuk memecahkan permasalahan kemacetan ini. Tak bisakah setiap elemen ini duduk satu meja? Bersama-sama berkolaborasi menemukan solusi tepat akan permasalahan kemacetan ini, saling mendukung satu dengan lainnya, menanggalkan konflik kepentingan dan lebih mengutamakan rasa perduli, menciptakan komunikasi yang baik kepada kesemua pihak, memberikan ide yang membangun diiringi pembuktian kinerja, taat dan tegas akan peraturan serta tepat tujuan sasaran. Cobalah pembentukan citra bukan berdasarkan janji dan juga bukan dikarenakan prestasi masing-masing pribadi, cobalah tunjukkan bahwa kami sebagai individu bisa bekerjasama tak hanya sekedar menangani pemasalahan kemacetan Ibukota saja melainkan juga permasalahan lain yang melanda serta perkembangan pembangunan negeri ini ke arah yang lebih baik. Masyarakat mendambakan sosok-sosok yang seperti itu, sosok yang bukan dicinta karena ia berkuasa melainkan sosok yang benar-benar memiliki rasa perduli yang tinggi dan begitu dalam cintanya akan negeri ini.
Ya seandainya saja negeri ini memiliki sosok yang seperti itu, era berubah seiring penguasa silih berganti namun sangat disayangkan sampai saat ini masyarakat justru hanya dibuat lelah dipertontonkan oleh pihak-pihak yang memprioritaskan kepentingan pribadi dan golongannya semata serta timbul rasa pesimis akan hadirnya sosok yang negeri ini damba-dambakan. Entah sampai kapan negeri ini kiranya lepas dari permasalahan, dikarenakan dengan menangani permasalahan Ibukota saja negeri ini seakan kelimpungan tak berdaya hanya ribut mengutamakan kepentingan. Semoga saja negeri ini lebih baik kedepannya, ya semoga saja. Demikian artikel berisikan opini dari Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik pribadi Penulis. Terima kasih.