“EMOSIONAL” : Malaysia Lawan (politik) bagi Sang Garuda di Semifinal SEAG 2013




“EMOSIONAL” : Malaysia Lawan (politik) bagi Sang Garuda di Semifinal SEAG 2013


Usai sudah teka-teki lawan Indonesia selanjutnya di partai semifinal Sea Games 2013 Myanmar dari cabang olahraga sepakbola, Indonesia yang keluar sebagai runner up grup B setelah pada pertandingan terakhir penyisihan grup menang Head to Head atas tuan rumah Myanmar akan menghadapi tim Harimau Malaya yang menjadi juara grup A, sedangkan juara grup B Thailand akan berjibaku dengan Singapura (runner up group A) untuk memperebutkan satu tiket ke final diajang Sea Games tersebut. pada partai semifinal kali ini yang paling menyita perhatian publik ASEAN terutama bagi publik di Indonesia maupun di Malaysia adalah “duel politik” lapangan hijau antara tim Garuda vs tim Harimau Malaya, pertanyaannya kenapa laga antara Indonesia vs Malaysia lebih pantas dilabeli sebagai “duel politik” ? ini karena adanya unsur politik yang mendasari rivalitas kedua negara. Memang sejatinya pertemuan itu kurang pantas jika disebut “el clasico”, “big match” atau “grande partita” karena menurut saya pribadi istilah-istilah tersebut lebih cocok disematkan pada pertemuan antara Indonesia dan Thailand karena pertemuan keduanya benar-benar merupakan murni rivalitas abadi dibidang sepakbola ASEAN.


Menelisik istilah “duel politik” antara Indonesia dan Malaysia, sebenarnya situasi ini lebih disebabkan oleh beberapa faktor sejarah, data dan fakta terkait perkembangan dinamika social, ekonomi, politik, hankam serta budaya yang melibatkan peran kedua negara tersebut. Lantas pada akhirnya, perkembangan tersebut justru mengarah pada terbangunnya komunikasi negatif sehingga menimbulkan gesekan serta sensitifitas tersendiri bagi masyarakat Indonesia terhadap Malaysia dan sebaliknya. Dalam bidang apapun hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Malaysia selama ini sudah “sedikit” tidak lagi melihat substansi hubungan tersebut sebagai sahabat melainkan sebuah “persaingan”, hal ini juga dipengaruhi oleh peran media dalam membentuk opini public dengan sedikit “permainan nakal” dari redaksional pemberitaan yang sedikit menunjukan sikap sentimentil seperti penggunaan kata “Ganyang…” tanpa disadari itupun juga berpotensi meningkatkan tensi urat saraf. Bagi bangsa Indonesia ini justru sangat positif dalam menggugah kembali rasa nasionalisme ditengah kehidupan masyarakat yang mulai hedon dan apatis terhadap nasib bangsa ini.


Sementara itu dalam partai semifinal kali ini tim Garuda tak hanya sekedar menghadapi tim yang selalu menyulitkan Indonesia dilaga-laga krusial tapi juga akan menghadapi tim dengan motivasi dan ambisi besar sebagai musuh (politk) baru dikawasan ASEAN selain Thailand. Dipastikan laga ini akan membawa misi tersendiri bagi setiap punggawa timnas maupun para supporter masing-masing tim, pada pertandingan level tinggi seperti inilah pastinya akan menguras konsentrasi dan fisik pemain dilapangan, bahkan sepertinya kontak fisik pun akan banyak tersaji dan sulit untuk dihindari dilapangan nanti, terpenting saat ini adalah bagaimana fokus tim pelatih memperbaiki mental bertanding Tim Garuda U23 agar tak terprovokasi permainan tim lawan yg notabene adalah tim yang secara emosional tak mau diremehkan oleh Indonesia karena factor X (politik,red).


Semoga dengan melawan Malaysia nantinya timnas Garuda mampu mengkonversi semangat nasionalisme serta ekspektasi tinggi masyarakat Indonesia menjadi sebuah kemenangan atas tim berdarah dingin Malaysia. Tetep Optimis….optimis….dan optimis…..Yakinlah Malaysia itu bukan kekuatan yang perlu disegani atau ditakuti dikawasan ASEAN brother!



sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/12/19/emosional-malaysia-lawan-politik-bagi-sang-garuda-di-semifinal-seag-2013-620799.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger