“Rangkul semua pihak, terima kritikan sebagai masukan .. Salam Perubahan”
Kalimat diatas adalah petikan dari status FB Jokowi (Joko Widodo) hari ini. Fan Page Jokowi itu di like sebanyak 400.744 pengguna. Memang fan page ini bukan akun fb resmi bapak gubernur DKI itu. Karena setahu saya pak Jokowi tidak punya akun fb. Fan page ini disajikan oleh penggemar Jokowi.
Jadi status itu memang bukan status pak Jokowi. Jadi jika ada yang merasa tertipu dengan judul diatas saya mohon maaf. Sebenarnya saya hanya ingin mengambil esensi dari status yang dibuat pagi ini (14/11).
Pertama adalah “Rangkul semua pihak..” tentu yang dimaksud adalah baik pihak pendukung Jokowi (lovers) maupun mereka yang tidak suka terhadap Jokowi (haters). Dan jangan lupakan juga pihak yang berada di wilayah netral.
Kedua adalah “ terima kritikan sebagai masukan…” Kritikan disini saya anggap kritikan yang konstruktif dan destruktif. Cara pandang orang terhadap mana kritikan yang membangun, mana yang sekedar caci maki tanpa bukti tentu berbeda-beda.
Terakhir adalah “ Salam Perubahan….” Jelas disini bahwa Jokowi menjadi gubernur DKI adalah untuk membawa perubahan untuk ibukota ke arah yang lebih baik. Dan tidak menutup kemungkinan membawa perubahan terhadap bangsa jika ia maju menjadi capres 2014 nanti.
Walaupun ini bukan pernyataan status resmi dari pak Jokowi namun setidaknya harus diakui bahwa status itu tidak dibuat asal-asalan. Status tersebut adalah cermin dari pak Jokowi sendiri. Ia tidak pernah ingin mengkotak-kotakan. Belum pernah kita mendengar pak Jokowi berkonfrontasi dengan siapapun. Ia menerapkan politik santun, mungkin jauh lebih santun daripada SBY sekalipun.
Pak Jokowi tidak anti kritik. Semua ingat ketika SBY mengkritiknya soal macet Jakarta? Tanggapan pak Jokowi : “Itu urusan pemerintah daerah dan urusan pemerintah pusat. Dua-duanya harus kerja bareng.” Sebuah tanggapan yang bijak bukan?
Rasanya kita pun bisa belajar dari status itu (baca:Jokowi). Jangan terlalu anti terhadap kritik bagaimanapun bentuknya yang dialamatkan kepada pak Jokowi. Pak Jokowi saya rasa lebih membutuhkan kritik daripada puja puji. Kritikan ibarat jamu pahit. Tidak enak rasanya namun sangat berkasiat bagi kesehatan.
Bagaimana jika kritikan itu hanya fitnah semata? Apakah sebuah kebenaran akan kalah oleh fitnah? Adalah tugas bagi para pecinta pak Jokowi untuk mengkaunter serangan tersebut dengan cara yang bijak. Masyarakat sudah melek informasi, dari media cetak dan elektronik kita semua tahu bahwa pak Jokowi “bekerja….bekerja….dan bekerja”. Walaupun mungkin belum banyak kemajuan yang signifikan namun jelas ada perubahan.
Sebelum ngelantur kemana-mana, saya hanya ingin mengatakan bahwa status Jokowi hari ini adalah kalimat yang luar biasa. Bagi pecinta Jokowi (lovers) tidak perlu paranoid terhadap haters. Bagi haters sendiri, silakan bersuara karena Jokowi membutuhkan kalian juga. Pak Jokowi tokoh nasionalis yang moderat merangkul semua pihak dan tidak anti kritik. Demi satu tujuan….yaitu PERUBAHAN.