Buku Tahlil Anas VS Buku Tahlil Ibas


PENGELEDAHAN yang dilakukan oleh penyidik KPK di rumah Anas Urbaningrum kemarin, KPK menemukan dua buku tahlil. Pertama buku tahlil yang bergambar Anas, dan satu lagi buku tahlil bergambar putra dari Presiden SBY, Edie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Anehnya dari penggeledahan ini, KPK hanya mengamankan buku tahlil bergambar Anas sementara buku tahlil bergambar Ibas ditinggalkan begitu saja oleh KPK. Apa yang dilakukan oleh KPK ini menjadi sebuah tanda tanya dan mengundang persepsi dari masyarakat, sebab ada dua buku ko cuma satu buku yang dibawa sementara satu bukunya lagi ditinggal. KPK melalui juru bicaranya Johan Budi memberikan alasan kenapa hanya buku tahlil Anas yang dibawa. “Karena tidak berkaitan dengan kasus yang ditangani KPK. Ada buku tahlil yang ada Ibas. Tidak disita karena tidak ada kaitannya dengan yang disidik KPK,” kata Juru Bicara KPK Johan seperti yang dilansir liputan6.com. Sementara, tambah Johan, buku tahlil bergambar Anas Urbaningrum yang diketahui dicetak pada 2009 ini terpaksa disita KPK dengan alasan kepentingan penyidikan. “Ya, penyidik nilai buku tahlil Pak Anas Urbaningrum itu penting. Jadi disita,” terang Johan. Apa yang dilakukan oleh KPK hanya membawa buku tahlil Anas dan membiarkan buku tahlil Ibas, mendapat reaksi keras dari Anas. Dimana Anas menuding bahwa KPK tebang pilih dalam melakukan penyitaan. Seperti yang dilansir oleh kompas.com, Anas melalui pengacaranya Firman Wijaya mengatakan ada jejak Ibas di rumah Anas. “Buat kita satu hal, ada jejak Ibas di rumah Anas. Ada kesan diskriminatif KPK. Kalau penggeledahan, kita serahkan selama relevan. Selama ini kami juga kooperatif, tidak ke mana-mana. Tapi yang kami pertanyakan kenapa ada perlakuan spesial terhadap orang-orang tertentu? Ini yang kami sayangkan,” kata Firman. Buku Tahlil Anas VS Buku Tahlil Ibas sebenarnya satu kesatuan bukan berlawanan, namun saat ini menjadi berlawanan karena KPK telah memisahkan buku tersebut. Betapa tidak, sebab kedua buku ini dicetak secara bersamaan ditahun yang sama dengan kepentingan politik yang sama. Anas dan Ibas merupakan satu kesatuan, sebab disaat Anas menjadi ketua umum Partai Demokrat Ibas menjadi Sekretaris Demokrat. Disaat Anas mencalonkan sebagai Ketua Partai Demokrat dalam kongres Partai Demokrat 2010 lalu, Ibas diplot menjadi SC (Steering Committee). KPK telah membuat perbedaan antara Anas dan Ibas, Anas ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ibas bebas dari sangkaan apapun itu, KPK menggeledah dan mengambil buku tahlil Anas, sementara buku tahlil Ibas dibiarkan tinggal. Sehingga saat ini Buku tahlil Anas berlawanan dengan buku tahlil Ibas, misteri apa dibalik kedua buku tahlil ini. ? Perjalanan kasus yang menimpa mantan ketua partai Demokrat ini cukup panjang, sampai saat ini KPK juga belum melakukan penahanan terhadap Anas yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang. Namun Jumat keramat nanti akan menjadi penentu, jawaban dari misteri dibalik kasus Hambalang apakah KPK akan menahan Anas atau tetap membiarkan Anas. Anas tak tinggal diam dengan kondisi yang telah menimpa dirinya, beberapa perlawanan ditunjukan oleh Anas. Jika sebelumnya Anas berkomentar ini baru jilid pertama atau halaman pertama namun anas telah membuat beberapa halaman yang membuat pemimpin nomor satu di Indonesia ini kewalahan. Semua jawaban akan ditentukan pada Jumat malam keramat nanti, jika memang Anas masih bebas maka akan ada fakta baru untuk keberlangsungan hidup dan matinya partai Demokrat. Penulis memprediksi, akhir perjalanan Anas ditentukan malam Jumat keramat ini. SALAM (*****)



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/11/13/buku-tahlil-anas-vs-buku-tahlil-ibas--610449.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger