Merdeka…!!! Merdeka…!!! Merdeka…!!!
Pekik para pahlawan di masa lalu untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah di Proklamasikan pada 17 Agustus 1945.
“Merdeka Atau Mati”
Ucapan lain yang mereka dengungkan saat berjuang merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.
Namun, Apa yang terjadi kini?
Baiknya Negri ini masih bersatu dari sabang sampai marauke, dan kita masih disebut sebagai Warga Negara Indonesia.
Pun begitu, disisi lain, negara kita justru lebih mirip seperti boneka negara - negara yang (katanya) lebih kuat daripada Republik Indonesia. Padahal Republik Indonesia sesungguhnya memegang kendali perekonomian dunia, Republik Indonesia pemegang kendali kelangsungan hidup manusia di dunia. Dan pemerintah kita tidak sadar akan hal itu.
Bayangkan saja jika pemerintah Indonesia men-Stop seluruh kegiatan ekspor - impor, maka perekonomian dunia, cepat atau lambat akan lumpuh (mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar dan warganya yang juga konsumtif). Jika saja pemerintah memiliki sedikit keberanian untuk menekan keberadaan Freeport di Papua, niscaya Amerika akan ketar - ketir, Ingat! Bukan Indonesia yang Butuh USA, Tapi USA yang Butuh Indonesia. Jadi kalau pemerintah Indonesia berani menaikkan sedikit saja posisi tawarnya, pihak amerika tidak akan berani menolak!
Atau, bagaimana jika Pemerintah Indonesia mengizinkan penebangan hutan secara besar - besaran dipulau Sumatera dan Kalimantan, niscaya Rakyat Dunia akan ketar - ketir. Ingat! Dunia membutuhkan Indonesia, Bukan Indonesia Yang membutuhkan Dunia. Hal ini yang saya rasa dipikirkan oleh Bung Karno, hingga Presiden Pertama RI tersebut berani mengatakan “go to hell with your aid” kepada negara Adikuasa sekelas Amerika. Dan ucapan itu, diucapkan Bung Karno puluhan tahun lalu, jika demikian mengapa kita yang hidup dizaman sekarang tidak berani bertindak sama!
Lihat saja, semakin tua, Indonesia bukannya semakin mandiri, justru semakin dikangkangi oleh pihak asing! Lalu untuk apa kita merdeka?
Bukankah lebih baik dijajah secara terang - terangan, dan kita berjuang lagi secara terang - terangan daripada kita disebut negara berdaulat padahal tidak lebih dari sekedar boneka?
Sikap Presiden yang lembek terhadap Asing adalah salah satu faktor Indonesia menjadi lemah disegala sisi. Lucunya, Indonesia hanya bisa membanggakan satu hal, yaitu peng- Ekspor TKI!!!
Sampai Kapan Kita Akan Menjadi Babu?!!!