Indonesia Belum Layak untuk Jokowi


Sebagai seorang penulis pemula di Kompasiana yang baru memiliki satu tulisan, saya mencoba untuk memandang sosok yang diidola-idolakan dalam blog keroyokan kompasiana terutama kompas group yakni Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan juga merupakan idola bagi saya .


Bagi saya tipe kepemimpinan Jokowi sangat luar biasa, gaya blusukannya untuk dekat dengan masyarakat dan memahami permasalahan masyarakat merupakan hal yang sangat diidam-idamkan masyarakat saat ini. Sehingga Jokowi menjadi idola baru bagi masyarakat, sehingga wajar jika Jokowi menjadi deretan teratas dari berbagai survei apapun itu. Sebab, saat ini memang masyarakat sangat mengidam-idamkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat, seperti halnya yang dilakukan oleh mantan walikota solo ini.


Berbicara mengenai masalah sosok pemimpin Indonesia, apakah Jokowi menjadi salah satu nominasi yang layak menjadi pemimpin Indonesia? Bagi penulis agak berbeda dengan pendapat beberapa fans Jokowi, dan para pendukung setia Jokowi yang ada di Kompasiana ini.



Indonesia yang merupakan kepulauan terbesar di dunia, dari sabang sampai marauke yang memiliki populasi penduduk mencapai 237 juta dan jumlah pendudukan Indonesia terbesar keempat di dunia serta memiliki Luas daratan Indonesia mencapai 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km² yang memiliki berbagai macam suku dan budaya serta karakter yang berbeda-beda belum layak untuk dipimpin oleh sosok yang bernama Jokowi.


Kenapa demikian? Jokowi yang lebih dikenal dengan cara kerja blusukan agar tahu permasalahan rakyatnya, jika diterapkan untuk Indonesia akan habis waktu dan tenaga hanya memikirkan blusukan kemana-kemana. Sehingga permasalahan rakyat tak kunjung selesai, sementara saat ini Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam persoalan tak hanya datang dari dalam saja akan tetapi juga datang dari luar.


Sosok pemimpin Indonesia saat ini bukan sosok yang harus dekat dengan masyarakat, akan tetapi sosok pemimpin yang harus tahu persoalan bangsa yang mana Negara-negara luar saat ini sudah mulai leluasa untuk menggerogoti apa yang ada di Indonesia.


Jika hanya memiliki konsep kepemimpinan seperti Jokowi, maka Indonesia akan tenggelam bahkan akan menjadi Negara yang jauh merosot bahkan bisa menjadi Negara yang miskin. Sebab pemimpinnya hanya memikirkan bagaimana kondisi rakyatnya, bukan memikirkan bagaimana nasib dari rakyatnya.


Rakyat Indonesia akan menjadi manja seperti manjanya masyarakat Jakarta selama dipimpin oleh Jokowi, sehingga Negara-negara luar akan mensupport agar Jokowi menjadi pemimpin Indonesia. Sebab jika ini terjadi, maka Negara luar akan lebih leluasa untuk menggerogoti Indonesia karena pemimpinnya sibuk dengan blusukan ke daerah-daerah yang ada di Indonesia. Bukan memikirkan bagaimana agar Indonesia bisa bersaing dan lebih maju dari Negara lain.


Atas dasar ini, penulis mengatakan Indonesia belum layak untuk Jokowi. (****)



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/11/12/indonesia-belum-layak-untuk-jokowi-607155.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger