Hingar bingar betul menjelang tahun politik 2014! Ramai disana-sini para avonturir politik memanfaatkan apa saja yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Bak para pendekar silat di dunia kangouw (dunia persilatan), beragam jurus dikeluarkan. Tujuannya dua, mengalahkan lawannya dan mengangkat namanya.
Tak jarang para “pendekar” itu melakukan kelicikan demi mengalahkan musuhnya. Tipu daya bukan lagi hal tabu. Etika menjadi nomor sekian dan kebenaran ada di pojok-pojok relung jiwa yang berdebu. Tak dipedulikan!
Tersebutlah seorang pendekar berilmu tak terlalu tinggi dengan gingkang (ilmu meringankan tubuh) yang tak terlalu hebat bernama Jeffry…hehe. Sebagai pemerhati politik amatiran saya mahfum bahwa beliau ini adalah mantan aktivis Forkot (Forum Kota) yang kini sudah “nyaman” menjadi petinggi PDIP.
Tatkala bangsa ini sibuk mencermati dan mendiskusikan bahaya sentrifugal (aksi penyadapan oleh AS dan Australia), tiba-tiba saja Jeffry meniupkan isu bahwa Badan Intelijen nasional (BIN) dimanfaatkan Presiden SBY untuk memata-matai lawan politiknya. (baca: http://www.rmol.co/read/2013/11/09/132532/Bukannya-Menangkal-Intelijen-Asing,-BIN-Malah-Digunakan-Memata-matai-Musuh-SBY-).
Hadeuhhh…Entah apa yang dipikirkan Jeffry toh yo toh…hehe. Bukannya “bersatu” melawan musuh dari luar, malah melakukan spekulasi tak berdasar untuk kepentingan pribadinya atau kelompoknya.
Bisa jadi Kangmas Jefry sedang berusaha meng-upgrade dirinya supaya setidaknya bisa mendekati level-level “pendekar” kelas atas alias cari popularitas…hihi. Tentu saja, cara paling cepat dan efektif untuk mencari popularitas saat ini ya dengan mengkritik orang nomor satu di Republik ini. Sayangnya, saya tidak tahu Kangmas Jeffry ini menjadi caleg di dapil mana…hmmmm.
BIN dan SBY tak perlu tanggapi Jeffry
Jika benar dugaan saya, maka Kangmas Jeffry akan bertepuk tangan jika BIN ataupun Presiden SBY menanggapi tuduhan tak berdasarnya itu. Nama Jeffry akan langsung melambung tinggi ke langit ke-7, bahkan bisa tembus tuh langit ke-7.
Maka, saya setuju dengan komentar Hernoto Ramlan (Pemerhati Komunikasi dan Informasi). Menurut Hernoto, untung saja pihak BIN tidak melakukan hak jawab. Walaupun pemakaian hak jawab tersebut benar secara kode etik jurnalistik, namun efek dari hak jawab tersebut malah merugikan BIN.
“Jika BIN melalui Kepala BIN misalnya merespons pernyataan Jeffry F Silalahi tersebut, maka berita tersebut malah membesarkan ataupun menguntungkan nama Jeffri dan lembaganya yang selama ini kurang dikenal oleh masyarakat,” tambah pengamat intelijen asal Banten. (baca: http://news.liputan6.com/read/742740/politisasi-isu-di-tahun-politik)
Kepala negara user-nya BIN
Jika dikatakan SBY memanfaatkan BIN, jelas saja, kan kepala negara itu usernya BIN. Jika dikatakan BIN “dimanfaatkan” SBY untuk memata-matai lawan politiknya, apa buktinya?
Kangmas Jeffry ini sepertinya orang terpelajar dan intelektual, seharusnya dia tidak spekulatif, seharusnya dia berbicara dengan fakta. Atau mungkin, ia masih belum bisa keluar dari pola pikir sebagai aktivias Forkot. Dipikirknya SBY seperti Soeharto yang “katanya” menggunakan intelijen untuk menekan lawan politik. Ya entah ya???
Jika SBY seperti Soeharto, maka orang seperti Kangmas Jeffry mungkin tak akan berumur panjang…hehe. Semestinya Kangmas Jeffry dan saya bersyukur di era sekarang ini, orang bebas mengeluarkan pendapatnya, walaupun seringkali pendapatnya tak berdasar alias ngawur.
Ada PDIP di belakang Kangmas Jeffry-kah?
Kecurigaan ini wajar saja mengingat Kangmas Jeffry adalah salah satu barisan DPP PDIP. Lalu, orang belakangan sedang ramai membenturkan SBY dengan Jokowi yang notabene anak emas PDIP.
Maka, kemungkinannya menurut saya ada dua, Kangmas Jeffry sedang nebeng beken di tengah ramainya pemberitaan SBY-Jokowi? Atau dia memang ditugaskan secara sistematis untuk terus menjatuhkan wibawa SBY dan BIN!
SBY memang tak bisa lagi mencalonkan jadi presiden, tapi rusaknya popularitas SBY akan berpengaruh terhadap persaingan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 nanti. Entahlah! Silakan Anda menentukan pendapat Anda sendiri!