Jokowi Itu Pecundang bukan Pahlawan


13840872222056883492

JOKOWI saat sungkeman dengan Megawati Soekarno Putri. foto-foto merdeka.com



10 November 2013 merupakan momentum hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana hari ini para pahlawan kita yang sudah mengorbankan nyawanya untuk Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan RI kembali dikenang.


Deretan catatan sejarah mengukir selembar kertas yang kemudian dijadikan sebuah tulisan untuk menentukan siapa sebenarnya para pahlawan tersebut, sehingga terkadang untuk mendapatkan gelar pahlawan. Pribadi, keluarga atau golongan rela mati-matian memperjuangkan agar apa yang diperjuangkannya diabsahkan untuk sebuah gelar Pahlawan yang kemudian mendapat tempatpemakaman yang biasa disebut makam para pahlawan.



Bagi penulis, pahlawan bukanlah satu atau dua orang, tetapi seluruh rakyat Indonesia saat itu yang bersatu padu, ikhlas tanpa pamrih mengorbankan nyawa dan raga demi kemenangan Indonesia tercinta sehingga gelar pahlawan itu sangat layak untuk diberikan untuk Rakyat Indonesia disaat itu. Bukan untuk pribadi atau beberapa orang yang mendapat tempat pemakaman di makam pahlawan.



Lantas apa kalaborasi judul, dengan apa yang akan dituliskan mengenai masalah Jokowi itu pecundang bukan pahlawan. Satu pemikiran yang ingin penulis sampaikan dalam momentum hari Pahlawan ini, dimana saat ini diakui atau tidak hampir seluruh rakyat Indonesia yang ada di tanah air Indonesia ini mengenal sosok Jokowi yang merupakan satu fenomena baru kepemimpinan di miniatur Indonesia setelah mantan Wali Kota Solo ini berhasil mencapai puncak kepemimpinan dengan menjadi Gubernur DKI Jakarta.



Jokowi lantas dielu-elukan bak pahlawan yang hadir ditengah-tengah kemerosotan mental para pemimpin dan pejabat yang seharusnya menjadi pahlawan rakyat dengan beberapa kasus

yang namanya Korupsi.


Kepercayaan masyarakat sudah hilang, muak sudah rakyat kita ini dengan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan pahlawan namun pada hakikatnya justru menjadi pecundang bagi rakyat.


Hadirnya sosok Jokowi mengembalikan semangat rakyat akan rindunya sebuah pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat, ditengah-tengah ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpinnya.


Rakyat menginginkan sosok pemimpin yang dekat dan tahu masalah rakyatnya, namun jawaban itu belum juga didapatkan oleh masyarakat karena sosok Jokowi belum juga menentukan sikap untuk menjadi pahlawan rakyat karena masih ingin mendapat sebuah restu dari seseorang yang sangat diidolakan oleh Jokowi yakni Megawati Soekarno Putri.


Jokowi lantas berubah menjadi pecundang bukan pahlawan, sebab keinginan besar dari rakyat Indonesia ini tidak diindahkan hanya karena sebuah doa restu dari partai bukan doa restu dari rakyat Indonesia. Jika hanya doa restu dari Partai yang diinginkan oleh Jokowi bukan doa restu dari masyarakat, maka Jokowi itu pecundang bukan pahlawan. Salam (*****)




sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/11/10/jokowi-itu-pecundang-bukan-pahlawan-609487.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger