Bergulirnya issu atas pinangan berbagai partai politik untuk JK sapaan akrab Jusuf Kalla membuat golkar meradang. Betapa tidak, sosok JK sangat melakat di hati rakyatnya. Keuletan berpikir dan ketegasan dalam mengambil keputusan menjadi ciri khas yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Pasca JK memimpin golkar yang terjadi adalah JK menjadi terlihat sendiri akibat ditinggalkan oleh pemimpin golkar saat ini. Ini bukan tanpa alasan, riak politik dalam tubuh golkar pada munas pekanbaru menjadi titik awal.
Ini terbukti dengan hengkangnya rival politik Ical yaitu surya paloh dari golkar karena tak ada tempat yang stategis untuk Paloh. JK juga demikian. Blunder yang terus dipaksakan oleh petinggi golkar untuk menaikan Aburizal Bakri menjadi hal serius yang perlu di lihat. Ini bukan tanpa sebab, konfensi yang coba digulirkan oleh arus bawah kader golkar dimentahkan petinggi golkar.
Kini mulai terasa apa yang dirisaukan kader golkar dari arus bawah, adanya tokoh golkar yang melampai elektabilitas Ical yang ditetapkan petinggi golkar sebagai capres menjadi catatan penting untuk golkar.
Sosok JK adalah salah satunya, dari berbagai survei yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga, selalu menempatkan JK sebagai rengking teratas di atas Ical.
Sekarang sosok JK mulai diperlukan, ini karena pesta politik pemilihan anggota legislatif 2014 sedang ditabuh, keberhasilan untuk menempatkan legislatif akan berdampak secara langsung dalam pengusungan capres.
Kalau ingin mengusung capres maka, tempatkan sebanyak-banyaknya anggota anda di legislatif. Artinya, rebutlah kursi legislatif.
Dengan melihat ini semua, sepertinya Spektrum JK masih sangat kuat untuk mempangaruhi pemilih dalam pesta demokrasi 2014 mendatang. Oleh karenanya, saya melihat sebagai alternatif agar JK tetap menjadi bagian dari kolkar adalah: pertama; golkar harus mengadakan konvensi ulang sebagai syarat utama untuk menghormati JK sebagai Mantan Ketua Umum golkar. Memang ini hal yang sangat sulit dilakukan, namun ini bukan hal mustahil kalau kita melihat jargon golkar yaitu suara rakyat suara golkar.
Kedua; menduetkan JK-Ical, artinya memberikan peluang kepada JK untuk diusung oleh partai golkar sebagai Calon Presiden dan Ical sebagai calon Wakil Presiden. Ini juga sebagai solusi agar JK tetap menjadi spektrum bagi partai golkar.
Kalau salah satu dari dua poin diatas sulit dilaksanakan petinggi golkar maka, saya melihat JK akan tetap maju dan menjadi spektrum partai yang akan mengusung JK menjadi capres. Dan saya melihat, saat ini JK sedang menunggu perubahan mendasar dari petinggi golkar, khususnya tentang peluang JK menjadi Capres dari golkar.
Penulis Adalah Warga Biasa