Mendisiplinkan Indonesia


Lihatlah fakta di Indonesia ini..


Motor-motor saling serobot.. mengambil hak pejalan kaki dengan menaiki trotoar, mengambil hak pengguna jalan lain dengan memenuhi lajur berlawanan arah, tidak mau peduli apakah dari arah berlawanan kesulitan karena tertutupnya jalan..

Jalur Busway yang susah sekali steril karena dianggap jalanan bebas hambatan..

Parkir sembarangan di tempat yang jelas-jelas dilarang parkir

Pedangang Kaki Lima yang berjualan di tempat-tempat yang jelas-jelas dilarang berjualan dan mengakibatkan kemacetan..

Dan banyak lagi.. silkan tambahkan.. saya percaya begitu banyak hal-hal dijumpai yang membuat kita hanya dapat mengelus dada..

Tidak ada malu atau rasa bersalah untuk tidak antri disini..


Saat ini Pemerintah Jakarta dan DisHub berencana untuk menetapkan denda yang cukup tinggi untuk pelanggaran masuk lajur Busway.. Sepertinya ini cukup ampuh untuk menekan jumlah pelanggaran yang terjadi.. dan ada bagusnya ini dijalankan disemua sektor yang berpotensi dilanggar.

Orang-orang disini, yang biasa menganggap remeh aturan harus dipaksa dengan keras, tidak bisa lagi dengan cara yang lembek.

Contohlah Singapore, negara yang dijuluki dengan kota ‘denda’. Bahkan membuang permen karet sembarangan pun di denda.

Sepertinya berhasil mendisiplinkan penduduknya.


Sudah saatnya dipaksakan, kalau tidak dari sekarang mau kapan lagi? Menunggu sampai orang-orang anti disiplin itu jadi semakin barbar dan gila..?


Berlakukan saja denda dan hukuman yang tinggi, di semua sektor.. Termasuk juga untuk pelanggaran yang namanya Korupsi. Denda 2 - 10x yang dia korupsi, kalau tidak bisa ya hukum mati saja.


Indonesia ini tidak bisa dipimpin oleh pemimpin yang lemah.. Harus yang kuat dan tegas. Jangan sampai terdengar lagi anekdot : Peraturan itu dibuat untuk dilanggar.. Capek Deh.. !!!


(AM)



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/11/13/mendisiplinkan-indonesia-607665.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger