Sudah lama kita mengenal pahlawan tanpa tanda jasa yakni guru. Pada peringatan hari pahlawan 2013 ini kiranya pantas juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para guru di tanah air yang membuat kita semua menjadi orang-orang yang bisa belajar.
Peran guru tentu sangat besar. Dari tidak bisa mengenali huruf menjadi lancar membaca, dari tidak mengenal angka hingga bisa berhitung dan matematika, dari tidak tahu bicara hingga bisa bertutur kata, semuanya itu atas pertolongan guru yang berjasa.
Saya masih ingat waktu duduk di SMP, ada mata pelajaran yang menarik perhatian, tapi ada juga yang membosankan. Saya juga mengalami hal yang sama. Pelajaran Bahasa Indonesia saya di rapor SMP paling tinggi tujuh, pada hal untuk pelajaran lainnya nilai seperti itu sudah rendah bagi saya dan memang setiap pelajaran Bahasa Indonesia disampaikan di kelas, menurut saya selalu membosankan.
Tetapi begitu duduk di kelas satu SMA, nilai Bahasa Indonesia dalam rapor saya sangat tinggi dan saya sangat menyukai pelajaran itu karena cara mengajar gurunya yang menarik. Gaya bahasa, gejala bahasa, ungkapan menjadi pelajaran menarik karena gurunya membuatnya menarik. Kisah itu berlanjut terus dalam ujian sehingga di rapor nilai untuk mata pelajaran itu selalu bagus.
Ketika sudah dewasa, saya renungkan bahwa bukan saja faktor kemampuan atau sikap murid yang menentukan, tapi juga sikap gurunya. Saya juga masih ingat bahwa Pembukaan UUD 1945 dan 37 pasalnya (saat itu baru 37 pasal) sudah saya hafal luar kepala ketika masih duduk di kelas dua SMP. Apa penyebabnya? Lagi-lagi gurunya yang sangat pintar membuat murid tertarik menghafalnya karena dibuat sangat menarik dan ada caranya.
Setiap mata pelajaran Ilmu Kewarganegaraan (sekarang PPKn), guru itu selalu mengadakan ujian sebelum pelajaran dimulai dan ujian lagi setelah pelajaran usai dengan sistem pilihan berganda, sehingga tidak makan waktu lama. Karena langsung diumumkan di kelas, maka murid-murid senang kalau mendapat nilai sepuluh dan kecewa kalau tidak mendapat nilai bagus.
Kemudian siapa yang bisa menghafalkan UUD 1945 akan mendapat nilai khusus. Suatu saat dia menantang murid, siapa yang bisa menghafalkan sumpah dan janji presiden seperti dalam UUD 1945 berarti dia bisa menjadi presiden Indonesia. Tentu saja para murid bersemangat.
Di hari pahlawan 2013 ini tidak berlebihan memberikan penghargaan khusus kepada para guru karena mereka sangat berjasa membuat para murid menjadi pribadi yang baik dan jujur dan ketika tiba waktunya mereka akan menjadi orang-rang yang tidak mau korupsi walau nilainya kecil.
Terima kasih pahlawan tanpa tanda jasa!