Baru saja kita melalui momentum bersejarah bagi bangsa, peringatan hari pahlawan 10 Nopember. Peringatan ini didasari oleh sprit perjuangan Bung Tomo dan rakyat untuk mengusir dan membebaskan tanah air dari cengkraman penjajah. Tak ada yang berani membantah, nasionalisme yang ditunjukkan beliau berlandaskan kepada nilai-nilai agama yang diyakininya. Bagaimana mau membantah karena faktanya begitu terang.Kekuatan imanlah yang dijadikan motivasi untuk memimpin dan memobilisasi rakyat melawan penjajah.
Perjuangan rakyat Indonesia yang moyoritas Musllim dalam melumpuhkan penindasan tidak bisa dipisahkan dari semangat keimanan mereka, walaupun para penipu berupaya untuk mempermaikan realitas sejarah. Tanpa keimanan itu bisa jadi para penjajah semakin menggila karena tidak adanya perlawanan kepada mereka. Maka dengan kesadaran keimanan para founding father mengejewantahkan dalam pernyataan tertulis bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas berkat Rahmat Allah.Artinya, dari awal disebutkan bahwa ada campur tangan Tuhan dalam bernegara.
Jika para pahlawan prakemerdekaan, berjuang melawan penjajahan secara fisik dan mereka sukses melakukannya, maka tugas generasi selanjutnya adalah melanjutkan kesinambungan perjuangan bangsa dalam dimensi lainnya.
Paska kemerdekaan, ternyata penjajah tidak betul-betul enyah dari tanah air tercinta ini bahkan mereka kembali menjajah Indonesia dalam bentuk wujud yang lain, melalui aspek pemikiran, budaya dan ekonomi. Dengan cara ini ternyata mereka mengalami sukses besar menghancurkan integritas kepribadian bangsa dan menyengsarakan rakyat. Sukses ini diperoleh tentunya dengan bantuan agen-agen mereka yang dengan sukarela berkhianat kepada Negara. Mereka biasanya berbaju sekuler-hal yang tak lazim ditunjukkan para pahlawan, berlagak mengurus Negara, tenyata yang difikirkan hanya bagaimana menyenangkan tuan-tuan mereka.
Melihat fenomena ini, maka bangsa Indonesia masih membutuhkan banyak pahlawan untuk mengusir para penjajah pemikiran,budaya dan ekonomi serta membasmi para penghianat yang menjadi agen mereka. Wahai pahlawan muda, Bangkit dan usir mereka. Paling tidak bersihkan cara berfikir mereka.