Masih tentang MODIS (Mothly Discussion) Kompasiana dengan pak wiranto kemarin di All season Hotel 9 Nov 2013. Saya penanya kedua di termin kedua, dengan bergegas kuambil tawaran mic dari mas iskandar selaku moderator, karena mic yang dibawain operator macet. Mengalirlah beberapa pertanyaan yang saya awali pembukaan dengan intonasi yang rendah, seperti berikut ini :
“ bapak kan sudah ketiga lainya maju dalam pilpres, apa bapak wiranto tidak lelah?”
“ seperti kita ketahui, bapak kan lama hidup di orde baru, yang saya tanyakan apakah nanti ketika bapak terpilih menjadi presiden, apa tidak mungkin gaya gaya atau sistem orde baru akan bapak jalankan ?”
Dan pertanyaan ketiga
“ bagaimana bapak wiranto, melihat fenomena jokowi sebagai kandidat terkuat capres 2014?”
Da mengalirlah jawaban jawaban dari pak wiranto diawali dengan kalimat
“suaranya rendah, tapi pertanyaanya tajam “ saya hanya senyum senyum mendengarnya
“mas, yang namanya perjuangan itu tidak pernah berhenti, mau dia 3x, 5 x bahkan Abraham Lincoln sampai berjuang beberapa kali untuk menjadi seorang presiden AS. Masalah saya nanti terpilih, apakah membawa sistem orde baru ? saya katakana iya, tetapi dalam suasana kebatinan yang berbeda yang tentunya disesuaikan dengan kondisi bangsa kita saat ini, perlu diingat saya bukan hidup di zaman orde baru, tetapi saya juga hidup di orde lama karena saya lahir tahun 1947, dan saya hidup ‘resmi’ di orde baru itu Cuma 3 bulan, dan saya Cuma mengawal presiden habibie di orde reformasi, jadi tidak betul saya Cuma hidup di orde baru. Saya kadang sedih jika saya dikaitkan dengan orde baru.” (minta maaf pak wiranto kl jawaban yg saya tulis kurang lengkap, karena keterbatasan ingatan saya)
Kemudianpak wiranto menjawab pertanyaan seputar jokowi dengan bahasa yang sangat simpel
“mas, jokowi kan capres walau belum secara resmi di deklarasikan, sebagai sesama capres saya tidak ingin mengomentari beliau “ sambil tersenyum.
Tadinya saya berharap mendapat jawaban pak wiranto tentang jokowi, apalagi jika penilaian itu datangnya dari seorang tokoh seperti pak wiranto, dan sesame capres. Tetapi yach sudahlah bukan hak saya memaksa pak wiranto. Toh saya juga sudah diberi hiburan gratis dari suara emas pak wiranto sebuah lagu “juwita malam” pun menggema di lantai R hotel ..
Thanks pak wiranto
Salam debu jalanan …