Sumber gambar : http://www.insurabaya.blogspot.com
Yang namanya pahlawan itu hakekatnya orang yang berjuang secara gigih dan bila perlu dia akan mengorbankan harta benda dan nyawanya sekalipun demi untuk membela segala sesuatu dan apapun hal yang dianggap benar. Kebetulan hari ini tanggal 10 Nopember 2013 bertepatan dengan peringatan “Hari Pahlawan” yang ke 68 tahun, terhitung sejak tanggal 10 Nopember 1945. Bermula di Kota Surabaya para pemuda dengan gigih berjuang untuk mengalahkan penjajah dalam hal ini sekutu yang dikomandani oleh bangsa Inggris.
—–
Kalau berbicara soal pahlawan ini saya jadi teringat dengan kakek saya almarhum, bapaknya dari bapak saya, beliau adalah salah seorang perintis kemerdekaan, terakhir pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang Legiun Veteran di salah satu kabupaten di pulau Sumatera, saat beliau meninggal dikebumikan dengan upacara militer lengkap dengan tembakan kehormatan dan sebelumnya terlebih dulu dibacakan memoar riwayat kepahlawanannya. Hanya sampai disitu saja pihak penguasa menghormarti para pahlawannya, jangan ditanya soal bantuan untuk kesejahteraan mereka selama hidup masa tua itu, menyedihkan, banyak diantara teman-teman kakek seperjuangan dulu tidak punya tempat tinggal tetap, luntang-lantung disana-sini, sudah seperti pengemis, itu kenyataan dan faktanya.
—–
Sebenarnya definisi pahlawan itu tidak terbatas kepada pahlawan pembela negara atau pada para perintis kemerdekaan saja, karena tidak semua para perintis kemerdekaan itu yang mendapat tanda jasa sebagai salah seorang “Pahlawan Negara”, juga dalam kehidupan bernegara ini, sebetulnya banyak orang yang bisa disebut juga sebagai pahlawan, contohmya mereka yang sukarela bertugas di garis perbatasan, bertugas sebagai guru atau dokter di daerah-daerah tertinggal di Indonesia ini, sebenarnya layak juga disebut pahlawan, merekalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” itu, yang tidak mengenal pamrih, menjaga kedaulatan, mencerdaskan anak bangsa dan melindungi kesehatan mereka.
—–
Sebagai warganegara NKRI tercinta kita butuh pahlawan-pahlawan seperti itu, pahlawan yang tidak butuh tanda jasa, tidak butuh penghormatan, berjuang dengan gigih dibidangnya masing-masing, membela harkat dan derajat negara kita dimata dunia, pahlawan untuk mengejar ketertinggalan kita dengan bangsa-bangsa lain. Pahlawan yang mau berbagi ilmu untuk mencerdaskan anak bangsanya. Itu bukan suatu hal yang tidak mungkin karena pada dasarnya jiwa nasionalisme kita sebetulnya sangat kuat, terbukti kalau kita dizalimi negara lain maka kita akan berontak, bersatu untuk mengatasinya, tinggal sekarang kita mengasahnya lagi agar jiwa nasionalisme itu tidak hanya sebatas hal tersebut, tapi lebih melebar lagi, lebih bersifat makro lagi untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
—–
Bandung, 10 Nopember 2013
—–
+++ T A R I +++