Tarian rakyat yang diilelahkan oleh dinasti pelaku korupsi (Gbr: Wendra Ajistyatama/Jakarta Post)
Ternyata, kekayaan Gubernur Banten Ratu itu hanya Rp 41,9 miliar. Tapi tunggu dulu, karena itu merupakan data yang ia laporkan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN. Juga patut digarisbawahi, jumlah sebesar itu juga adalah angka berdasar laporan yang berikan pada 2006 lalu. Artinya, selama tujuh tahun pejabat yang menguasai Provinsi Banten selama dua periode itu tidak melaporkan harta kekayaannya kepada pihak berwenang.
Di antara harta yang dilaporkan Atut kepada LHKPN tujuh tahun lalu, sebagian di antaranya adalah 12 kendaraan pribadinya. Termurah adalah Motor Yamaha keluaran tahun 1988 dengan harga hanya berada pada angka Rp 3,5 juta. Sedangkan yang termahal dari semua kendaraan itu adalah Lexus seharga Rp 1,1 miliar dan Mercedes-Benz senilai Rp 1,05 miliar–ia memiliki dua Mercedes-Benz namun yang lainnya hanya seharga Rp 500 juta.
Sedangkan untuk kendaraan yang bisa dikatakan murah karena berada di bawah angka ratusan juta, selain Motor Yamaha adalah Suzuki Escudo tahun 1997 (Rp 75 juta), Daihatsu Taft 1982 (Rp 18 juta), Isuzu Panther (Rp40 juta), Kijang keluaran 2003 (Rp 65 juta), Kijang tahun 2003 (Rp 78 juta), dua Mitsubishi Colt 2003 (masing-masing Rp 32,5 juta. Sedangkan yang berada di seputaran angka seratus juta adalah Mitsubishi Kuda (Rp 109 juta).
Sedangkan yang lainnya adalah asetnya yang terdapat di berbagai kota mencakup Serang, Pandeglang, Bandung, Cirebon, dan Jakarta Barat. Merujuk ke sumber data, total aset Ratu Atut tersebut berjumlah tak kurang dari 122 aset. Namun di sana sebagian aset itu disebutkan telah dijual.
Dari sisi transportasinya, lebih jauh sang Gubernur Banten memiliki total 38 kendaraan. Selain juga terdapat harta lainnya yang berbentuk logam mulia dengan nilai mencapai Rp 5 miliar dan batu mulia senilai Rp 2,75 miliar. Ia tidak memiliki simpanan berupa mata uang asing dan tidak memiliki harta dari jenis peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Tapi ia memiliki kekayaan yang didapatkan dari hasil usaha sendiri sepanjang 1986 hingga 2000 dengan total Rp 47,46 juta. Di samping juga masih terdapat surat berharga dengan total mencapai Rp 7,855 miliar.
Bagaimana dengan adiknya yang sudah lebih dulu diringkus KPK? Ya, Tubagus Chaeri Wardhana pun memiliki kecenderungan yang setali tiga uang. Per November lalu, lembaga pemberantasan korupsi itu sudah melakukan penggeledahan di rumah adik Gubernur Banten itu di Jakarta Selatan. Dari sana ditemukan, tak kurang dari 11 mobil mewah berada di garasi suami Walikota Tangerang Selatan itu. Di antara mobil-mobil termahal yang menjadi milik Tubagus terdapat jenis Rolls-Royce yang bisa mencapai harga hingga Rp 17 miliar.
Selain itu, adik Ratu Atut tersebut pun memiliki Nissan GT-R R35, Ferrari California, Ferrari 458 Italia, Lamborghini Aventador, Bentley, Land Cruiser Cygnus, yang masing-masing memiliki harga di angka miliaran. Sedangkan yang berharga ‘hanya’ ratusan juta hanyalah Land Cruiser Prado, Toyota Camry, dan Kijang Innova. Di samping juga terdapat Harley Davidson dengan kisaran harga Rp 350 juta. Ini baru dari sisi kendaraan, dan masih banyak lainnya yang menambah daftar kemewahan dinasti Ratu Atut.
Tapi terkait dengan jumlah harta tersebut, pernah mendapat tanggapan dari juru bicara keluarga Ratu Atut, Fitron Nur Ikhsan pada 12 November lalu. Menurutnya, semua itu karena warisan dari orang tua Atut dari sejak jauh sebelum ia menjadi gubernur di Banten. Terlebih karena juga sudah menjadi pengusaha sejak lama.
“Orang tuanya pengusaha sejak 1960-an dan sudah mendapat proyek besar sejak 1970-an,” menurut juru bicara Gubernur yang ditetapkan sebagai tersangka pada pekan ini. Persoalannya, bagaimana selama tujuh tahun ketika Atut tidak melaporkan kekayaannya? Bagaimana dengan keluarga mereka lainnya? Apakah semua memang hasil dari usaha bersih? Kita lihat saja hasil penyelidikan pihak berwenang. (FOLLOW: @ZOELFICK)
Referensi: Tempo.co, KOMPAS.com, MERDEKA.com, DETIK.com