Salam kompasiana,
Suhu politik negara tetangga kita Thailand memang masih memanas, aksi demontrasi menentang Perdana Menteri Yingluck Shinawatra terkait RUU Amnesti memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Tragedi tahun 2010 yang menimbulkan banyak korban jiwa masih menghantui.
RUU Amnesti disinyalir sebagai usaha PM Yingluck untuk memulangkan bekas PM Thailand karena kasus korupsi tahun 2008, Thaksin Shinawatra. Sekaligus untuk memulangkannya ke Thailand.
Gelaran Sea Games 2013 yang sedang digelar di Myanmar dan diikuti oleh atlet-atlet dari negeri ‘Gajah Putih’ ternyata memberikan berkah tersendiri dalam meredakan suhu politik yang kian memanas, utamanya partai final sepakbola Sea Games yang akan digelar (21/12) dimana mempertemukan Thailand dan Indonesia.
Bantuan dari pemerintah berupa dana sekitar 2 juta baht dan diperuntukkan untuk membiayai pelatihan timnas, peralatan dan sarana lainnya. Membuat gairah dalam diri pendukung Thailand yang menginginkan anak asuh Kiatisuk Senamuang juara setelah terakhir 2007.
“laga final sepakbola Sea Games akan memberikan dorongan besar untuk mulai transisi menuju demokrasi,” ungkap sumber pemerintah
“Thailand telah dilanda masalah sejak tahun 2010, namun keputusan baru Thailand untuk membantu mendanai game sepakbola merupakan sebuah dorongan untuk Thailand,” sebagaimana dilansir visetkaew.com (sumber: sindonews.com)
Selain itu ulang tahun raja Bhumibol Adulyadez diyakini semakin menambah semangat para pemain dan masyarakat Thailand yang tentunya ingin sukses dan menang difinal.
Olahraga salah satunya sepakbola memang terkadang mampu menjadi tonik atau obat untuk mempersatukan kubu yang bertikai, sebagaimana yang dilakukan di Cyprus dan Kolombia.
Semoga partai final sepakbola Sea Games antara Indonesia dan Thailand, bukan saja bisa meredam suhu panas politik Thailand tetapi juga memberikan solusi yang terbaik bagi Thailand.
Salam kompasiana,
Wefi