PKB Tuding Banyak Profesor yang Koruptor



sumber: okezone

sumber: okezone



Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Abdul Malik Haramain menuding, korupsi tidak hanya dilakukan oleh kalangan yang paham tentang pemerintahan atau politikus tetapi juga banyak dilakukan oleh kalangan akademisi atau profesor.


Tudingan itu disampaikan Abdul Malik Haramain saat menanggapi perseteruan antara Wiranto vs Rhoma Irama, sang Raja Dangdut yang menjadi bakal Capres PKB.


“Pak Wiranto mestinya juga paham bahwa selama ini yang korupsi itu justru orang yang paham tentang pemerintahan bahkan profesor,” kata Abdul Malik Haramain membela Rhoma Irama.


Seperti dikutip dari inilah.com, Abdul Malik Haramain mengatakan niatan maju sebagai capres merupakan hak seseorang dan tidak boleh ditentang siapapun.


Begitu juga dengan penyanyi dangdut Rhoma Irama yang dinilainya lebih bersih daripada politikus atau orang yang memahami tentang pemerintah.


Dari pernyataannya tersebut tersirat makna bahwa selama ini koruptor bukan hanya berasal dari kalangan koruptor tetapi juga kalangan guru besar.


Pernyataan Wasekjen PKB ini tentunya mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi pendidikan terutama perguruan tinggi untuk mencetak generasi – genari unggul yang berakhlak.


Hal ini tentunya mencoreng institusi perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak generasi – generasi cerdas dan berbudi pekerti.


Bila guru besar atau professor ternyata banyak yang terlibat korupsi, lantas seperti apa anak didik yang akan dihasilkan?



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/19/pkb-tuding-banyak-profesor-yang-koruptor-620891.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger