Maraknya kampanye yang sarat unsur kebohongan membuat anggota DPRD Lampung, Drs. Hi. Musa Zainuddin gerah. Karenanya, Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Lampung itu menghimbau agar masyarakat lebih jeli menilai yang mana politisi jujur dan mana yang melakukan pembohongan publik.
“Ya, Masyarakat harus disadarkan. Ini kan ironis, bagaimana kita mau membangun pemerintahan yang bersih jika dalam prosesnya saja sudah berbohong. Ini demokrasi tipu-tipu namanya, dan akan menghasilkan pemimpin yang korup jika terus kita biarkan.” Kata ketua DPW PKB Lampung itu.
Dikatakannya, saat ini kebohongan makin jelas dipertontonkan oleh para calon pemimpin, baik calon yang akan menduduki kursi eksekutif maupun kursi legislatif. Salah satu indikatornya, jelas Musa, maraknya manipulasi poling atau survei pesanan. Kendati demikian, dirinya menganggap hal demikian adalah sebuah upaya yang wajar, yang dilakukan sebagai proses penarikan simpati, tinggal bagaimana masyarakat jeli menilai.
“Memang sah-sah saja, selama itu tidak melanggar ketentuan. Jika melanggar ketetentuan maka kejahatan namanya. Tinggal masyarakat saja yang menilai. Tapi prinsipnya, jika ingin dipilih masyarakat ya harus dekati masyarakat, bukan memesan survei atau memanipulasi poling,.” tandasnya.
(Editor, 18 Desember 2013)