“Dalam setiap tema, cerita dan hasil karya seni tentang kepahlawanan sebetulnya terselip pesan untuk mengangkat tinggi-tinggi harga diri, tentang proses membangun kepercayaan diri sebagai bangsa.”
Karya seni adalah salah satu media komunikasi yang memiliki pesan yang ingin disampaikan pada para penikmatnya. Sebagai sebuah proses komunikasi, karya seni menjadi sangat baik untuk menyampaikan pesan dan mempengaruhi penikmatnya. Untuk itulah maka dalam setiap karya seni, terkandung pesan yang ingin disampaikan dengan berbagai karakter yang ingin dibangun oleh pembuatnya. Entah karakter fiksi atau justru merupakan sebuah proyeksi personal dari pembuatnya.
Pada era sekarang, entah kenapa sudah sangat sulit kita temukan karya-karya seni yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan ataupun individu pahlawan itu sendiri, baik musik, film, teater, seni rupa, seni lukis dan lainnya. Seolah kisah kepahlawanan yang sebetulnya bisa menjadi inspirasi setiap anak bangsa, menjadi tema terakhir yang bisa diangkat dalam setiap karya seni. Padahal kita tahu bahwa dalam setiap tema, cerita dan hasil karya seni tentang kepahlawanan sebetulnya terselip pesan untuk mengangkat tinggi-tinggi harga diri, tentang proses membangun kepercayaan diri sebagai bangsa, khususnya dalam bergaul dengan bangsa lain. Ini penting dalam proses membangun karakter bangsa yang ingin maju untuk bisa mengurangi karakter rendah diri, inferior dan terbelakang bangsa ini yang telah lama mengakar.
Amerika bisa menjadi contoh kisah sukses dalam membangun rasa percaya diri bangsanya sebagai bangsa yang hebat melalui karya seni, khususnya film. Hingga sekarang, tidak pernah berhenti mereka memproduksi film-film yang memiliki pesan kepahlawanan dan kehebatan bangsa mereka. Tidak hanya dalam film-film untuk orang dewasa, dalam film-film untuk anak-anak pun, itu dilakukan terus menerus, hingga sekarang. Mereka menganggap penting hal ini, agar masyarakat mereka memiliki percaya diri tinggi dalam kehidupan sosialnya sendiri maupun dalam bergaul dengan bangsa lain.
Kita semua tau bahwa semangat kepahlawanan, keberanian, perasaan lebih kuat dari yang lain, bisa muncul dalam diri siapa saja, bisa hadir di mana saja. Sesungguhnya, setiap manusia memiliki sifat, rasa dan kepekaan nilai kepahlawanan dalam jiwanya, seperti keikhlasan untuk berkorban, keberanian melawan penindasan, dan sebagainya. Tentu menjadi soal lain, apakah semua itu mau dipupuk dan dipelihara, atau malah diberangus sehingga yang muncul adalah sifat-sifat egois sempit yang hanya mementingkan diri sendiri. Ini juga berlaku dalam diri pembuat karya seni. Karena sebetulnya, di saat mereka menyadari, peka dan peduli terhadap situasi dan kondisinya bangsanya, mereka juga bisa berkontribusi untuk melakukan perbaikan, walaupun sedikit melalui hasil-hasil karyanya. Dan dalam situasi krisis karakter yang menjangkiti bangsa ini, sudah sepantasnya para penghasil karya seni mulai memikirkan untuk mengirimkan pesan-pesan kepahlawanan melalui hasil karya seninya. Ini perlu digalakkan bersama.
Untuk itu memang sudah saatnya kita mulai mendorong suguhan film-film dan atau karya seni yang memang menggambarkan tentang nilai kepahlawanan, baik yang terkait dengan sejarah bangsa maupun fiksi. Hal ini menjadi penting di saat bangsa ini sedang memiliki krisis karakter sosial multidimensi yang mengakibatkan bangsa ini seolah berjalan di tempat tanpa kemajuan yang berarti. Di sinilah dunia seni bisa memberikan kontribusinya, untuk bangsa.