Mari kita lihat kembali pada capres maupun calon pemimpin lainnya yang pernah kita pilih pada waktu-waktu yang lalu. Jika pilihan kita terpilih sebagai pemenangnya, apakah performa dari pemimpin tersebut sesuai atau setidaknya mendekati ekspektasi kita kepada mereka? Saya rasa sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya hingga beberapa tahun ke belakang lebih banyak yang berujung kecewa.
Apalagi kebebasan dan sistem demokrasi di Indonesia masih dalam pertumbuhan, sehingga baru sekitar satu dekade ini saja kita sebagai masyarakat diberikan “opsi” (lebih banyak partai, lebih banyak kandidat, dan lebih banyak informasi dari media yang sering digunakan masyarakat untuk mengenal calon pemimpinnya). Meskipun demikian masih saja banyak masyarakat yang memilih untuk menjadi golput, karena golongan ini menganggap meskipun ada banyak kandidat yang dimajukan, tapi tidak ada diantaranya yang bisa dijadikan pilihan untuk mereka.
-Statistik dari sebuah lembaga survey menunjukan bahwa angka golput kian meningkat, tahun 2009 saja sekitar 70 juta penduduk atau 39% nya tidak menggunakan hak pilihnya.
Mengapa demikian? disamping sikap apatis dari sebagian orang, banyak lapisan masyarakat (tidak hanya yang golput) yang tidak mengenali siapa calon-calon pemimpin tersebut.
Termasuk saya.
Setelah melihat ke belakang saya baru menyadari bahwa kekecewaan saya terhadap pemimpin yang pernah saya pilih berawal dari kurang akuratnya pengetahuan yang saya miliki tentang pribadi si pemimpin tersebut. Saya akui saya merupakan korban pencitraan media, baik mungkin media tersebut memang berpihak pada partai tertentu maupun tidak. Tapi yang pasti saya menyadari bahwa saya tidak pernah betul-betul melihat secara langsung apakah benar yang diberitakan media atau slogan yang dijual partai tersebut memang benar adanya, atau kata-kata dan video yang saya saksikan hanya sekedar skenario yang sudah direncanakan untuk membentuk image mereka. Lebih parah lagi sekitar seminggu yang lalu salah satu headline di Kompas.com menyebutkan bahwa presiden kita saat ini dulunya terpilih karena wajahnya yang ganteng (hmm..)
Namun demikian, saya cukup senang dengan beberapa nama kandidat yang santer disebutkan di pemberitaan akhir-akhir ini. Lebih banyak pilihan baru yang track record dan prestasinya sudah baik diketahui oleh masyarakat banyak (baik di bidang politik maupun musik :)) hehehe)
Pendek cerita, saya hanya ingin mengajak seluruh masyarakat indonesia, khususnya yang awam politik seperti saya ini untuk belajar mengenal warna asli dari seluruh kandidat yang dimajukan, bersikap lebih terbuka (open minded), kritis -cari info sebanyak-banyaknya bukan sekedar mendengar “katanya”, apalagi kalau masih ada yang menerima bentuk sogokan. Pikirkan baik-baik bahwa hak pilih kita ini bukan hanya sekedar hak, tapi juga merupakan bentuk usaha secara langsung untuk memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Mudah-mudahan pada periode berikutnya tidak banyak masyarakat yang kecewa dengan pilihannya, terlebih lagi mengeluh dan menjelek-jelakan siapa yang sudah atau tidak dipilihnya.