Momentum hari Pahlawan yang jatuh pada hari Minggu 10 November 2013 kemarin, dimaknai dengan beberapa versi tentang makna dari pahlawan. Jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang lebih akrab dipanggil Jokowi memaknai bahwa hari pahlawan itu pengorbanan tanpa pamrih, Ahok memiliki persepsi sendiri tentang memaknai hari pahlawan.
Mantan Bupati Bangka Belitung Timur ini memiliki konsep sederhana tentang hari pahlawan, dimana jika ingin menjadi pahlawan masa kini cukup tidak melakukan tindakan korupsi. “Buat saya kalau kamu menjadi pahlawan masa kini, minimal kamu tidak mengkhianati jasa pahlawan yang sudah mati, sederhana. Tidak usah korupsi aja,” kata Ahok seperti yang dilansir detik com.
Pesan sederhana dari sosok Ahok ini memiliki makna yang luar biasa, ditengah-tengah kondisi para pemimpin bangsa mulai dari tingkatan paling bawah yakni kepala desa sampai tingkatan paling atas memiliki mental untuk melakukan tindakan korupsi.
Korupsi menjadi salah satu idola bagi para pemimpin bangsa ini, seolah-olah tidak ada jeranya untuk tidak melakukan korupsi. Ada saja pejabat yang tersangkut masalah korupsi, anehnya justru tindakan ini tidak pernah habis.
Enak rasanya memakan uang rakyat dan menghianati perjuangan para pahlawan bangsa yang sudah mengorbankan nyawa demi merebut kemerdekaan Indonesia. Seharusnya pelaku-pelaku korupsi ini bukan dibela akan tetapi dibuat jera dengan membuat aturan tembak mati bagi pelaku tindakan korupsi yang terbukti korupsi berapa rupiahpun itu.
Bagi Ahok, tindakan korupsi itu merupakan penghianat yang tega menghianati jasa para pahlawan. Menghianati nyawa dan darah para pahlawan. Lantas Ahok ditanya apakah dirinya menjamin tidak akan menghianati jasa para pahlawan ? “Mudah-mudahan nggak berkhianat sampai mati,”tegas Ahok seperti yang dilansir detik.com.
Semoga saja, bangsa Indonesia kedepan tidak menghianati para jasa pahlawan kita dengan berani tidak melakukan korupsi. Salam (****)