Duet Mega-Jokowi, Final Atau Sementara?


PDIP akan menduetkan Mega-Jokowi dalam Pilpres 2014. Capres PDIP harus trah Soekarno. Itulah pikiran sebagian petinggi senior (tua) PDIP, bahkan Puan Maharani sendiri menyatakan jangan paksa PDIP mencalonkan Jokowi sekalipun popularitas dan elektabilitasnya nomor wahid. Pendapat kaum tua sementara unggul dengan munculnya kabar terakhir yang menyebutkan bahwa Jokowi hanya akan dijadikan cawapresnya Megawati.


Memang ini belum menjadi sikap resmi PDIP, karena deklarasi baru akan dilaksanakan usai Pileg 2014, sehingga wajar ketika muncul pertanyaan, apakah rencana duet Megawati-Jokowi sudah final atau baru sementara? Jawabannya tentu bisa final, bisa juga sementara, loh kok bisa? Ya ini kan politik, semuanya serba mungkin dan serba bisa.


1. Keputusan Final , Megawati harus maju sebagai calon presiden. Suara ini umumnya datang dari golongan tua sebagai kader senior. Bagi mereka PDI Perjuangan adalah Megawati, kalaupun bukan dia maka masih ada pewaris lainnya, yakni anak-anaknya Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Sekali lagi harus trah Soekarno, dan itu pasti bukan Jokowi!


2. Keputusan Sementara , alias target antara. Masih ada waktu sekitar 3 bulan sampai dengan Pileg 2014, masih banyak perkembangan dan perubahan. Bisa saja “keputusan” duet Megawati-Jokowi yang kini tengah dilempar ke pasar dalam rangka uji coba untuk mengetahui sejauh mana respon pasar terhadap barang dagangan PDIP. Kalau respon pasar positif ya dilanjut, demikian sebaliknya kalau respon pasar stagnan atau bahkan cenderung negative, mungkin setelah Pileg akan ada perubahan keputusan “baru” dari PDIP, sambil menunggu berapa persen hasil yang diperolehnya dalam pemilu legislative, bisa maju sendiri atau koalisi?


Dan naga-naganya keputusan nomor 1 (satu) yang lebih kuat. Trus mau nomor 1 (satu), nomor 2 (dua) atau bahkan nomor 3 (tiga), tetap saja Jokowi hanya jadi jurkamnya megawati, karena sisi kelemahan Jokowi adalah tidak memiliki partai atau bukan ketum partai. Dia hanya sebatas kader yang nunut ngiyub dan dibesarkan oleh PDIP. Sehebat apapun Jokowi, mau tidak mau harus manut dan sendiko dhawuh kepada PDIP dan Megawati, bukankah demikian?


Satu (-satunya) peluang adalah pindah partai agar bisa (lebih) mulus dalam pencapresannya. Tapi apa ada yang sudah mendengar kabar resmi dari Jokowi kalau beliau mau nyapres? Ga ada Jokowi ga rame.. tapi kalau keadaannya seperti itu, kita bisa apa? (Agam; 20 Desember 2013)



Salam Kompasiana!


Artikel terkait;


Jokowi Hanya Jadi Jurkamnya Megawati


Mengapa PDIP Masih Ragukan Jokowi


Nasib Jokowi Bukan Di Tangan Megawati


Jokowi Lovers Meradang Haters Kegirangan



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/20/duet-mega-jokowi-final-atau-sementara-621271.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger