Jokowi Tersandung dengan Dinasti Soekarnois


Kabar tentang Duet capres Megawati-Jokowi cukup meresakan para pendukung Jokowi. Ada yang menginginkan agar lebih baik Jokowi mundur daripada menjadi cawapres Mengawati. Lebih baik Jokowi mengurus kota Jakarta daripada membiarkan Ahok menjadi Gubernur Jakarta. Bahkan ada yang menulis kiamat kecil buat para pendukung Jokowi.


Ini hanyalah bunyi gendang percobaan yang diinginkan PDIP untuk mengukur sejauh mana tanggapan Jokowi lovers. Ketua umum PDIP Mengawati tidak akan sebegitu mudah untuk melepaskan dinasti Soekarnois. PDIP memiliki kekuatan natural yang mengalir dari semangat dan jiwa Soekarno. Oleh karena itu Megawati tentu berpikir keras dan berhadapan dengan sebuh pilihan sulit. Megawati berada pada posisi minus malum dalam mengambil keputusan untuk memilih capres dan cawapres 2014. Pilih menang dan mendapat mayoritas suara atau kalah dengan mengamankan dinasti.


Ini adalah politik untung rugi dalam mengambil keputusan sehingga PDIP mulai membuka kartu pertama dengan duet Megawati- Jokowi. Jokowi tentu tidak akan ngotot karena memang begitulah tipe orangnya dari sono. Duet Megawati-Jokowi bukan keputuan final melainkan masih dalam taraf percobaan. Mudah-mudahan PDIP lebih meneropong masa depan negara dan khususnya masa depan PDIP bukan hanya sekedar mengamankan dinasti. Masih ada harapan untuk membenahi diri dalam beberapa waktu yang akan datang. Politik memang sulit ditebak karena ini adalah taktik bius untuk meninabobokan lawan politik. Harapan semoga Jokowi tidak tersandung pada dinasti ini.



sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/12/21/jokowi-tersandung-dengan-dinasti-soekarnois-620283.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger