Siapkah Jokowi mendampingi Mega sebagai Cawapres? (foto: ahok.org)
By. Masykur A. Baddal - Nama Jokowi yang selama ini paling digadang-gadangkan sebagai Capres Terfavorit se nusantara, seolah telah menjadi momok tersendiri, bagi capres-capres lainnya. Paling tidak mereka mulai berpikir ulang untuk nekad maju sebagai capres. Maklum, hasil dari berbagai survey yang dilakukan oleh badan survey berbeda, terus menempatkan Jokowi di ranking teratas. Hal ini pula yang membuat rasa pesimis bagi capres lainnya, untuk bisa sukses bertarung dalam Pilpres mendatang.
Keunggulan telak Jokowi sebagai Capres Terfavorit, paling tidak telah membuat para pendukung Jokowi, atau dikenal dengan sebutan Jokowi Lovers, seolah berada diatas angin. Sebab, dengan popularitas sedemikian dahsyat, mimpi untuk mendudukkan Jokowi sebagai RI-1 pada Pilres 2014 mendatang, hanya tinggal menunggu waktu saja. Layaknya seperti apa yang terjadi di Pilgub DKI beberapa waktu yang lalu.
Harus diakui, sihir Jowoki seolah telah merasuki semua warga di republik ini. Mereka ingin merasakan sentuhan dingin Jokowi. Yang selama ini baru warga Solo dan Jakarta saja, yang dapat merasakannya secara langsung. Mereka yang tinggal di belahan lain nusantara ini, seolah terpana melihat program pro rakyat yang digelontorkan Jokowi. Karena langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Namun, isu sekitar keputusan internal para elit PDI-P, sebagaimana dilaporkan oleh media online detik.com dan merdeka.com (19/12), otomatis telah membuat para Jokowi Lovers geram dan marah. Mengapa? Sebab, menurut isu tersebut, Jokowi akan disandingkan dengan Ketua Umum PDIP-P yaitu Megawati Soekarno Putri, untuk maju dalam Pilpres mendatang. Fatalnya, dalam pencalonan tersebut, Jokowi hanya sebagai Cawapres bukan sebagai Capres, yaitu sebagaimana yang mereka harapkan. Sedangkan Capres tetap berada di tangan Megawati.
Sontak, isu tersebut pun menjadi ajang melegalkan caci-maki. Paling tidak, telah dianggap kiamat kecil bagi pendukung Jokowi. Mereka kecewa, kenapa Megawati yang telah gagal dalam dua kali Pilpres, masih tetap berambisi untuk menjadi presiden. Bukannya dipercayakan saja kepada Jokowi sebagai kader potensial PDI-P. Disamping Jokowi juga telah banyak mendapat dukungan masyarakat dari berbagai belahan nusantara.
Situs komunitas online Kaskus, yang selama ini sangat terkenal sebagai basis dukungan Jokowi-Ahok, tidak luput dari efek berita tersebut. Hampir rata-rata yang mengomentari berita sekitar duet Cawapres Megawati-Jokowi, bernuansa negatif dan cemoohan. Hakikatnya, mereka tidak setuju dengan ide itu. Malah mereka terang-terangan meminta Jokowi supaya mengundurkan diri saja, dan tetap fokus dalam mengurus Jakarta, ketimbang jadi wakilnya Megawati.
Bisa jadi, isu tersebut hanya sebagai ajang test case saja ke publik. Maksudnya, untuk mengetahui sejauh mana penerimaan publik terhadap Megawati, seandainya ia betul-betul ikut mencalonkan diri lagi sebagai capres pada Pilpres mendatang. Namun, jika melihat beberapa pernyataan yang disampaikan oleh elit PDIP-P, isu tersebut benar adanya. Maka, sudah pasti sosok Jokowi yang terkenal patuh dan setia kepada partai, jelas akan menerimanya. Dan, kiamat kecil pun akan menimpa pendukung Jokowi.
salam
bacaan:
detik.com
merdeka.com
kaskus.co.id