Lelaki Indonesia Tengah Bermutasi?


Ini Beberapa Indikator Nyata yang Ada Di Lapangan, Mutasi Psikologi mereka.


Ahay..! Saya memperhatikan fenomena baru yang terjadi dilingkungan disekitar akhir akhir ini!


Semakin banyak Kaum Adam Remaja, Pemuda, juga bapak2 yang, setidaknya menurut saya pribadi , bermutasi menjadi tipe orang orang `melow`. Indikator yang saya gunakan adalah, pada Jam yang sama, mereka jadi lebih tertertarik dengan acara televisi Sinetron, sebut saja, daripada Film Aksi Barat di Televisi Sebelah.


Kalau tayangan Televisi yang ditonton sejenis Berita, Indonesia Lawyers Club, atau Keroncongan lama di TVRI, Klinong-Klonong di JogjaTV atau balapanny si Rossi, tentu hal yang Lumrah.


Namun, untuk tayangan ini, yang tepat ada setelah mereka pulang kerja, menurut nilai kewajaran saya –subjektif lho ya!– menjadikan sebuah fenomena baru kaum adam.


Ya! Mereka mulai tertarik dengan tayangan yang lagi lagi, subjektif saya tulis, berbau sangat sangat feminim. Jika dalam bahasa arab kalangan anak anak muda pesantrenan disebut tingkah laku `Mudallak` alias lebay.


Sampai sampai, saya pernah mendapati di antara mereka sampai mengeluarkan air mata gara gara ngikut nonton Acara ini.


Acara Apakah itu?


yang Jelas, Ini bukan tentang Dedy Cordbuzer atau juga Limbad. Ini adalah tayangan hipnotis (beneran gak ya) Uya Kuya, yang menampilkan Artis artis berwajah bening, lalu dihipnotis sehingga muncul berbagai `kata-kata` surgawi, cinta sejati de el el.


Tenang Bro! Jujur saya katakan, bila telah terjadi hipnotis beneran, dan yang disampaikan `korban` hipnotis adalah benar adanya seperti dalam Acara Uya kuya iitu, tayangan semacam ini bisa menjadi/mengobati dahaga mata batin kita, dalam melihat fenomena hidup yang ada pada orang lain –yang bisa jadi mirip dg kasus hidup yang kita jalani– bukan dengan mata kaki, bukan juga dengan mata kuda tetapi dengan Mata Bathin.


Uya Kuya bilang, kita jangan malu untuk mengeluarkan air mata karena air mata merupakan sebuah obat terhadap kondisi psikologis kita. Mungkin ada benarnya.


Namun hal yang saya tidak sepakat dengan acara ini selalu menekankan acara berbau cinta kasih saja. Saya mengandaikan, acara semacam ini digunakan untuk menghipnotis terpidana terpidana korupsi itu, sehingga terbuka fakta kebenaran akan Korupsinya, Tokoh tokoh di balik Century, misalnya.


Juga kepada mantan mantan pejuang kemerdekaan Indonesia, bagaimana suara hati mereka Sebenarnya terhadap kehidupan bangsa Indonesia saat ini, Seorang laki laki yang bekerja keras, harapan kepada Anak anak dan Istrinya. Wanita yang Suaminya tidak Bertanggung jawab entah kemana, Anak yatim yang tidak tahu orang tuanya dan seterusnya.


Hal hal diatas, mungkin, juga akan menjadi saya ngikut `sedkit mutasi`, melelehkan Air mata. Tapi, air mata yang dikeluarkan tentu memiliki sebuah mutu yang berbeda. Air mata keharuan atas pengorbanan dan Perjuangan yang lebih revolusioner, untuk dijadikan Inspirasi dan semangat hidup, dan membuat kehidupan manusia yang lebih baik di hari hari ke depannya.


Sekali laki jujur saya katakan ini merupakan acara yang bagus. Permasalahannya bukan pada Acaranya, tapi topik yang mestinya lebih banyak lagi variasinya dan tidak perlu menggunakan bumbu kebencongan untuk membuat acara ini semakin hambar.


Tambahkan sejumlah wanita Cantik lain — dari pada kebencongan-kebencongan itu–. Lha wong yaa apa memberikan manfaat bagi permirsa? bahwa selain terlarut dalam Larutan Cap, eh Air mata, akibat inspirasi berbagai macam model cerita cinta setiap harinya dalam tayangan ini, lalu `banci` yang di tayangkan setiap Episode tayangan ini?


Sebuah Indikator Pembajakan?


Ataukah, memang sebagai bukti bahwa Televisi kita telah `dibajak` sebuah kepentingan dan kekuasaan dari dunia lain, sebab, dari tayangan yang memiliki bumbu kebanci-bancian di televisi kita secara mayor ini, saya memnbaca sebuah `perintah` kasat mata, supaya terus dilihat –sehingga diterima pemirsa sebagai kesadaran `bawah sadar`– sebagai kenormalah, sehingga, bermutasi-lah Laki laki Kita, seperti Asumsi saya di pembuka tulisan ini?


Saya teringat dengan Sabda Nabi Saya, eh, Nabi Kaum Muslimin, anda juga tentunya, yang bilangnya, `Tidak Akan Beruntung Suatu kaum Yang menyerahkan urusannya/Diperintahkan Oleh Feminimitas (wanita/Perempuan/wedhok an)


Maksudnya, prinsip dasar kita hidup di dunia ini adalah Battleship! Bertempur, bersaing, Berjuang dan sterusnya, itu semua menurut saya adalah Kharakter Maskulin. Sehingga tidak salah ada sebuah kata kata Bijak dari literatur orang bule, mengatakan Juga, `If You Wanna Peace, Be Prepare for War!`. Kalau Kau inginkan kedamaian, Bersiaplah Untuk PErang!.


Indonesia damai saat ini, dilalui dari Perang dengan Belanda, atau Perang mewalan pemberontakan dalam Negari. Dan Hampir, semua kedamaian tidak datang dengan sendirinya. Pasti ada Proses Berperang di dalamnya, yang terkecil, perang dengan nafsu diri sendiri.


Meski ada yagn bilang beberapa peneliti Atsar dan Matan, bahwa Hadits diatas disebut hadis dhoif, bahkan ada yang berasumsi palsu, Namun sepirit kebaikan yang dapat kita ambil dari Tidak Akan Beruntung Suatu kaum Yang menyerahkan urusannya/Diperintahkan Oleh Feminimitas, termasuk didalamnya tentu acara acara lebay dan ke-banci bancian, bermakna, ketidakadaannya Pendidikan/Fenomena fenomeha hidup berkharakter maskulin yang mudah dijumpai, selain daripada fenoma2 feminim tadi, akan menjadikan kita sebagai bangsa yang tumpul dalam berperang.


Lupa mengasah Pedang, lupa mensiapkan strategi, kehilangan figur sentral perjuangan dan Spirit Hidup (Maskulin). Bahkan, mohon diingat ya, Sifat dasar Ke-wanitaan sendiri, sebenarnya juga jauh juga dari spirit feminimitas negatif, juga kebancian Lho!. Ketahui bagaimana wanita memiliki tanggung jawab mengasuh, mendidik, menyusui anaknya.


Saat ini, banyak berita, wanita yang bunging di luar Perkawinan, dan Si pacara tidak tahu kemana Rimbanya. Nah, apakah anda masih mengatakan si-Laki laki ini adalah makhluk Maskulin? Sungguh Jauh Panggang daripada Api. Ini yang saya sebut mutasi diatas. Hanya menjadi Laki laki Fisiknya, tapi Psikologis, mental hidup dan kharakter, bahkan lebih cengeng dari seorang Banci, sebuah feminitas negatif!


Sehingga, kini kita tahu fenomena tidak beruntung atas `mendewakan` feminimtas tadi, ya tadi, kisah seperti halnya `booming` kisah percintaan yang cenderung berunsur feminim, yakni faktor psikologis dan perasaan yang lebih besar, yang terus menghegemoni pikiran Bangsa Ini.


Masih ingat apa yang dikatakan soekarno? Beliau berkata berikan saya 10 pemuda, maka saya akan merubah indonesia!


Sya Yakin, yang dimaksud Soekarno tentu bukan pemuda asal asalan, bukan pemuda yang kebanci-bancian, atau juga pemuda yang tidak punya mental `petarung` dan pribadi yang bertanggung Jawab.


Sebab, untuk melakukan perubahan yang ingin di lakukan Soekarno, adalah sbuah cerita yang penuh dengan perjuangan, setrategi mengalahkan musuh, kehormatan dan harga diri.


Walhadil, bisa jadi klasifikasi di atas merupakan pandangan saya pribadi, yang bisa jadi, berbeda dengan kebanyakan anda, yang menurut saya –ya tadi, sudah bermutasi–..


Yang Jelas, fenomena mengedepankan kisah romantisme jelas, tidak memiliki korelasi untuk mengatasi Kemacatan yang ada di Jakarta, Tambang tambang yangmasih dikuasai Asing, yang kesemuanya lebih membutuhkan spirit perjuangan, semangat hidup, setrategi jitu, Jiwa pantang menyerah dan seterusnya.


Diatas adalah bagaimana saya menangkap pesan dari Hadits Nabi Muhammad SAW, meski ada pihak y ang mengasumsikan habis tersebut palsu.


Setidaknya, spirit hadits yang ada, memilki kekuatan implementatif sebagaimana konsepsi Soekarno tentang sepuluh pemuda itu. Tentu bukanlah Pemuda, atau Kaum Adam Bapak2 yang bermutasi menjadi lebay, yang tidak mampu menyeimbangkan, antara semangat Perjuangan dengan Semangat pacaran, sehingga, ya itu tadi, energinya lebih banyak untuk urusan pacar, daripada konsentrasi belajar dan berjuang untuk memenangi kehidupan.


Dan bila dibuat benang merah atas keterkaitan yang lainnya, akibat dari seetiing pikir dan hati y ang demikian diatas, Pantas bukan, di Indonesia ini, semangat kewirausahaan rendah! [Reference]



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/20/lelaki-indonesia-tengah-bermutasi-618296.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger