SIMBOL “48” dan SIKLUS 30 TAHUNAN


13875534841427996978


…I Want you… I Need You… I Love You…


….Seperti popcorn yang meletup-letup kata-kata suka menari-nari…


Wajahmu suaramu selalu kuingat… Membuatku menjadi tergila-gila…



Saya rasa, sebagian di antara kita sudah familiar terhadap kutipan kalimat-kalimat di atas. Kalimat-kalimat tersebut adalah kutipan lirik lagu Heavy Rotation yang dipopulerkan oleh grup idola lokal, JKT48.


Sebagian di antara kita juga saya rasa sudah familiar dengan nama JKT48, sebuah grup idola hasil franchise (jika bisa dibilang begitu, atau jikapun tidak, kita sebut saja saudara muda) AKB48, sebuah grup idola asal Jepang yang telah berdiri sejak 2006.


Kepopuleran JKT48 menanjak berkat populernya lagu Heavy Rotation tersebut yang menjadi soundtrack iklan minuman ion asal negara yang sama dengan negara asal AKB48. Kini tidak sedikit orang, terutama dari kalangan Adam yang mentahbiskan dirinya sebagai fans JKT48 yang belakangan akrab disapa wota.


Saya tidak akan bercerita banyak tentang siapa itu JKT48, siapa saja anggotanya, atau berapa banyak copy album mereka yang sudah terjual? Saya rasa para fans tentu lebih tahu tentang hal tersebut. Atau kita bisa cari tahu di berbagai situs yang memuat riwayat singkat mereka.


Saya hanya ingin melihat mengapa terdapat embel-embel “48” di akhir nama JKT48 atau AKB48 atau apapun yang menjadi keluarga besar 48 sister. Mengapa pula Indonesia yang menjadi negara pertama yang menjadi tujuan “ekspansi” 48 sister tersebut?



Simbol “48”


Sampai saat ini mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apa makna angka “48” di belakang JKT48? Banyak yang menduga bahwa angka “48” merupakan simbolisasi dari jumlah personel atau member dari JKT48.


Dugaan tersebut salah. Angka “48” di belakang JKT48 bukan simbol dari jumlah member JKT48. Dari data yang saya dapat, hingga bulan Desember ini, member JKT48 berjumlah 45 orang (termasuk mereka yang telah menyatakan lulus dan keluar). Lantas apa makna “48” yang sebenarnya?



AKS (Akimoto, Kubota, Shiba)



AKS (bukan YKS), bisa jadi adalah founding father dari lahirnya embrio AKB48 yang kemudian beranak pinak hingga ke Indonesia. Yayushi Kubota merupakan putra dari seorang pengusaha elektronik di Jepang yang memiliki andil besar dalam pemodalan awal pembentukan AKS. Sehingga bisa dibilang ia adalah bos, investor terbesar dalam AKS.


Kedua adalah Yasushi Akimoto, creator dan total produser, termasuk pencipta lagu 48 family hingga sekarang. Terakhir, lalu siapa Shiba Kotaro? Ia adalah bos “Official 48” dan angka 48 pun juga lahir darinya, (Shi = 4, Ba = 8). Jadilah AKB, NMB, SKE, SNH, atau JKT dengan embel-embel 48 yang kita kenal sekarang.


Pertanyaan mulai muncul dalam benak saya. Apakah sesederhana itu angka 48 lahir? Mengapa bukan Kubota yang memberi nama terhadap idola grup bentukan mereka yang notabene ia adalah pemodal terbesar di situ.


Atau Akimoto yang notabene adalah total produser dan bahkan ia disebut sebagai God Father dari keluarga 48. Lantas mengapa lahir dari Shiba? Pertanyaan berikutnya adalah kemana Kubota dan Shiba kini? Dari beberapa sumber yang saya dapat, hingga kini kabar mereka pun tidak diketahui dan kalah populer dibanding Yasushi Akimoto.



48 = Al-Fath (Kemenangan / Kejayaan)



Saya melihat korelasi lain dibalik simbol “48”. Saya rasa tidak sesederhana itu. Saya rasa para founding fathers keluarga 48 adalah orang-orang yang cerdas dan tidak sembarang memberi nama. Mengapa tidak 46? 47? Atau apapun. Mengapa 48?


Coba kita tengok Al-Quran surat ke-48. Surat ke-48 dalam Al-Quran adalah Al-Fath yang berarti kemenangan, kejayaan. Apakah itu makna “48” yang sebenarnya? Angka 48 di belakang AKB, JKT48 diambil dari urutan surat Al-Fath dalam Al-Quran?


Mengapa bisa lari kesitu?


Siapa di antara kita yang tahu agama Shiba Kotaro, Akimoto, atau Kubota? Islam? Hindu? Buddha? Kristen? Konghuchu? Atau Shinto? Saya rasa kita pun tidak tahu, termasuk teman-teman fans yang telah lama mengikuti keluarga 48.


Agama bukan hal yang menjadi bahan perdebatan di Jepang. Ia lahir sebagai Shinto, beribadah di kuil Budha, menikah dengan cara Kristen, dan ikut merayakan natal selayaknya Kristen kebanyakan. Siapa yang tahu jika mereka adalah Muslim? Atau setidaknya mereka rajin mengkaji Al-Quran?


Mungkin argumen ini agak terlalu dangkal. Akan tetapi setidaknya sedikit beralasan. Mengapa diambil surat Al-Fath? Jawabannya jelas, agar grup idola bentuka mereka dapat meraih puncak kejayaan, kemenangan, setidaknya kemenangan dalam industri hiburan.


Jika ini benar, maka doa mereka di awal pembentukan keluarga 48 berhasil sudah. Mereka tidak hanya meraih sukses di negeri sendiri, namun merambah hingga mancanegara, termasuk Asia Timur dan Asia Tenggara.


Di China, telah berdiri SNH48 sejak 2012 silam. Indonesia lebih awal lagi, sejak 2011 muncul JKT48. Inilah merupakan salah satu bentuk kesuksesan, kemenangan, kejayaan yang berhasil mereka raih.


Berapa banyak fans mereka yang tersebar di Jepang, China, Indonesia atau negara-negara lainnya? Berapa banyak copy album yang berhasil terjual di pasaran? Silakan teman-teman wota yang membantu menjawab. Selebihnya ini hanya argumen, sila setuju atau tidak setuju, sila terima atau tidak terima. Sekian saja bagian yang pertama…



bersambung….



sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/20/simbol-48-dan-siklus-30-tahunan-620261.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger