Potret Pagi di Stasiun Tugu (Bagian II)


Jarum jam Stasiun menunjuk pukul 06.35. Saya masih berada di pintu masuk, sambil mengamati lalu-lalang penumpang yang semakin ramai. Para kuli pun mulai bekerja membantu mereka yang membawa banyak barang;


13874356462129573883


Seorang Bapak penjual Koran berbaju biru, sepertinya sudah sejak subuh berada di pintu masuk. Saya sering melihatnya berdiri di tempat yang sama. Dan apa yang membuat saya tergugah, adalah semangat untuk bekerja sepanjang hari, meskipun (maaf) tubuhnya penuh dengan benjolan. Akan tetapi, tidak ada satupun orang yang menghina ataupun menatapnya dengan pandangan mencibir. Bahkan banyak juga yang bersedia membeli koran dagangannya


1387436326926005222


Dan ini adalah kesederhanaan yang ditunjukkan oleh suatu keluarga, dimana keluarga selalu menjadi bagian utama dari geliat-geliat aktifitas di setiap ruang keberangkatan maupun kedatangan.


138743731294332912


Di sisi yang lain, saya tertarik pada seorang turis perempuan yang berdiri seorang diri sambil menenteng ransel-ransel besar. Wajahnya agak murung dan bosan, mungkin juga karena masih mengantuk, ekspresi yang kurang lebih hampir sama dengan seorang pria berseragam warna kuning


13874381371737482302


13874383261614686700


Sebuah jam dinding menempel pada kaca-kaca berwarna kekuningan yang tampak lawas, menunjukkan pukul 06.55 WIB. Sepertinya, pagi ini saya melihat dominasi warna kuning di Stasiun Ini;


1387440594215100242


1387440992420501413


Saya tidak cukup tahu apakah di stasiun lain ada layanan loket khusus Difabel, tetapi yang jelas layanan khusus Difabel tersedia di loket ini;


1387441509366095185


Bagi mereka yang memasuki peron, diwajibkan untuk memiliki tiket kereta, sehingga untuk para pengantar hanya boleh melihat kepergian sanak-saudara dan kerabatnya dari ruanh tunggu saja


13874418941446760144


1387442086357441704


13874422512072627901387442462208324303


Dan akhirnya, penyusuran di Tugu diakhiri dengan memotret satu replika kereta favorit saya;


1387442859501497299







sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/19/potret-pagi-di-stasiun-tugu-bagian-ii-617929.html

Artikel Terkait:

 

Kompasiana Blog Copyright © 2014 -- Powered by Blogger